Kemarau El Nino Hantam Cianjur, Petani Mulyasari Terancam Gagal Panen

Wartacianjurnews.com – Dampak kemarau panjang yang diduga dipicu fenomena El Nino lokal mulai dirasakan warga di Kampung Pasir Kandang, RT 003/RW 004, Desa Mulyasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Kekeringan yang melanda kawasan tersebut mengancam aktivitas pertanian warga yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.

Sejumlah lahan pertanian dilaporkan mulai mengering akibat minimnya pasokan air. Kondisi ini membuat para petani kesulitan untuk mengairi sawah dan kebun mereka, sehingga berpotensi menurunkan hasil panen bahkan gagal panen.

Salah seorang warga setempat, Adad Suhendar, mengatakan bahwa kondisi kekeringan sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir seiring berkurangnya curah hujan di wilayah tersebut.

“Sekarang air sangat sulit didapat, sawah mulai kering. Kami khawatir kalau kondisi ini terus berlanjut, hasil panen akan terganggu,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026)

Ia menambahkan, warga sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, khususnya dengan penyediaan sarana pompa air pertanian.

“Kami memohon kepada pemerintah agar bisa membantu menyediakan pompa air, supaya kami tetap bisa mengairi lahan dan aktivitas bertani tidak berhenti,” tambahnya.

Warga berharap, langkah cepat dari pemerintah dapat segera direalisasikan guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap sektor pertanian di wilayah tersebut, mengingat sebagian besar masyarakat bergantung pada hasil bumi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah terkait langkah penanganan kekeringan di wilayah Desa Mulyasari, Kecamatan Cilaku. (dil)

Comment