Wartacianjurnews.com – Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mayak Kecamatan Cibeber, Mahni Sindoro, membantah pemberitaan yang menyebut pihaknya tidak memberikan kompensasi kepada pemilik lahan terkait penggunaan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Mahni menegaskan bahwa pihaknya justru telah menyewa lahan milik warga untuk penempatan IPAL, sebagai upaya mengantisipasi dampak bau terhadap lingkungan sekitar.
“Tidak benar kalau disebut kami tidak memberikan kompensasi. Kami menyewa lahan tersebut sebesar Rp1 juta. Itu sudah disepakati dengan pemilik lahan,” ujar Mahni saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026)
Ia menjelaskan, pembangunan IPAL dilakukan dengan biaya 35 juta rupiah dan dua kali perbaikan dengan biaya ongkos dan apa apa sekitar Rp50 juta guna memastikan pengelolaan air buangan berjalan baik dan tidak mengganggu warga sekitar.
Menurut Mahni, kesepakatan sewa dilakukan setelah pihaknya mengetahui aliran air dari lokasi dapur mengarah ke lahan milik warga di sebelahnya. Untuk itu, dilakukan komunikasi langsung dengan pemilik lahan terkait penggunaan area tersebut.
“Saya datang langsung dan menanyakan hasil panen padi di lahan itu. Kemudian disepakati untuk disewa Rp1 juta, karena nantinya air akan dialirkan ke situ,” katanya.
Terkait dugaan air limbah IPAL yang mencemari lingkungan, Mahni juga membantah. Ia menyebut air yang sempat meluber bukan berasal dari limbah IPAL, melainkan air wudhu.
“Yang disebut air limbah itu tidak benar. Dari hasil konfirmasi, air yang meluber itu adalah air wudhu,” jelasnya.
Meski demikian, Mahni mengakui sempat terjadi luapan air akibat gangguan teknis, yakni ketika listrik padam sehingga mesin IPAL tidak berfungsi secara otomatis.
“Memang pernah meluber saat listrik mati, karena mesin tidak berjalan. Tapi itu langsung kami tindak lanjuti,” ungkapnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihaknya bahkan mendatangkan teknisi dari Jakarta untuk melakukan perbaikan sistem agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami langsung kirim tim dari Jakarta untuk memperbaiki. Itu sudah kami tangani,” tandasnya. (Redaksi)













Comment