Waduk Cirata Surut, Warga Maleber Cikalongkulon Sulap Lahan Bekas Genangan Jadi Kebun

Wartacianjurnews.com – Waduk Cirata di kawasan Maleber, Desa Gudang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami penyusutan debit air sejak sekitar Juli 2026. Kondisi tersebut membuat sejumlah lahan bekas genangan mengering dan dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam.

Lahan yang sebelumnya berada di bawah air kini ditanami berbagai komoditas, mulai dari cabai, timun, waluh hingga padi. Warga memanfaatkan kondisi tersebut sebagai kesempatan sementara untuk menggarap lahan sebelum kembali tergenang.

Salah seorang warga Maleber, Tini, mengatakan dirinya mulai menanam di lahan yang mengering tersebut sekitar dua bulan lalu. Menurutnya, warga memang sudah terbiasa memanfaatkan lahan ketika air Waduk Cirata mengalami penyusutan.

Teks: Warga bercocok tanam di lahan Waduk Cirata yang surut di Maleber Cianjur.
Foto: Warga memanfaatkan lahan Waduk Cirata yang mengering di kawasan Maleber, Desa Gudang, Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur, untuk bercocok tanam, Senin (21/9/2026).

“Baru dua bulan saya mulai melakukan penanaman di Waduk Cirata yang mengering,” ujar Tini kepada Wartacianjurnews.com, Senin (21/9/2026).

Tini menyebut sebagian warga yang sebelumnya beraktivitas sebagai petani ikan kini sementara beralih menggarap lahan yang mengering. Berbagai tanaman ditanam sesuai kondisi lahan yang tersedia.

“Petani ikan. Sekarang iya, beralih ke ini, ke nanam,” katanya.

Menurut Tini, air waduk biasanya kembali naik pada periode tertentu sehingga warga harus memperhitungkan waktu tanam dan panen. Tanaman yang belum sempat dipanen berisiko terendam apabila debit air kembali meningkat.

“Surutnya bulan tujuh atau Juli kemarin. Biasanya naik lagi, kadang-kadang bulan tiga atau Maret, bulan satu naik lagi awal tahun,” tuturnya.

Saat ini, Tini menanam beberapa jenis tanaman di sejumlah bagian lahan, termasuk padi, timun dan cabai rawit. Ia berharap tanaman tersebut dapat dipanen sebelum kawasan kembali tergenang air Waduk Cirata.

“Yang di situ nanam padi, di situ timun, kalau di sini yang mau ditanam cabai rawit,” ujarnya.

Warga tetap memanfaatkan lahan tersebut selama kondisi waduk masih surut. Bagi mereka, lahan bekas genangan menjadi ruang sementara untuk bercocok tanam sekaligus memperoleh penghasilan tambahan. (Ben)

banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600

Comment