Gelarpawitan Menanti Terhubung, dari Hasil Bumi hingga Dunia Digital

Suasana permukiman warga di Desa Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan. Di tengah kehidupan masyarakat yang masih kental dengan nuansa pedesaan, akses komunikasi dan internet belum sepenuhnya menjangkau sejumlah wilayah desa.

Wartacianjurnews.com – Di Desa Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, telepon genggam menjadi benda penting bagi warga. Bukan hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk mencari informasi, mengurus berbagai kebutuhan dan mengikuti perkembangan harga hasil bumi.

Sayangnya, kemudahan itu belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Sejumlah wilayah Desa Gelarpawitan masih berada dalam kondisi blank spot dan sulit mendapatkan jaringan seluler. Persoalan tersebut membuat akses digital belum merata, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari pusat desa.

Kepala Desa Gelarpawitan, Heri Kuswanto, S.Sos., mengatakan kondisi tersebut masih menjadi kendala bagi masyarakatnya.

Desa Gelarpawitan dihuni sekitar 4.872 jiwa yang tersebar di lima kedusunan. Beberapa kampung seperti Cisuren, Ciburial, Cipicung, Parakandatar, Cikadu, Cicanga, Karangpawitan, Sirnagalih, Cikalapa, Cipada, Cimutan, Datarbolang, Cisarakan hingga Sekarwangi masih membutuhkan dukungan infrastruktur telekomunikasi.

Menurut Heri, fasilitas internet memang sudah tersedia di kantor desa melalui bantuan jaringan satelit. Namun, jangkauannya masih terbatas di sekitar kantor pemerintahan desa.

“Kalau di kantor desa sudah ada bantuan satelit dari Kominfo, tetapi jangkauannya hanya di sekitar kantor desa. Untuk wilayah kampung masih sulit,” ujar Heri, Kamis (24/9/2026)

Persoalan tersebut terasa semakin penting karena sebagian masyarakat Gelarpawitan menggantungkan kehidupan dari hasil bumi.

Bagi petani, informasi harga dapat membantu menentukan waktu dan tempat menjual hasil panen. Perkembangan teknologi sebenarnya memungkinkan informasi tersebut diperoleh dengan cepat melalui internet.

Namun, akses yang belum merata membuat peluang itu belum sepenuhnya terbuka.

“Padahal warga desa kami penghasil hasil bumi. Kalau akses internet mudah, warga bisa mencari informasi harga terkini melalui Google sehingga mengetahui harga jual yang sedang berlaku,” kata Heri.

Internet bagi masyarakat desa bukan lagi sekadar kebutuhan untuk berkomunikasi. Akses tersebut dapat menjadi pintu menuju informasi pasar, peluang usaha hingga berbagai layanan yang kini semakin banyak dilakukan secara digital.

Heri berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dapat turun langsung melihat kondisi Desa Gelarpawitan dan membantu pembangunan Base Transceiver Station (BTS).

Ia juga berharap perusahaan operator telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat, XL dan lainnya dapat memperluas infrastruktur jaringan ke wilayah tersebut.

“Kami berharap pemerintah pusat segera memasang bantuan tower BTS di wilayah desa kami untuk memudahkan warga dalam beraktivitas,” tuturnya.

Bagi warga Gelarpawitan, pembangunan sebuah menara bukan sekadar menghadirkan jaringan di layar ponsel.

Di baliknya ada harapan agar petani lebih mudah memperoleh informasi harga, pelaku usaha dapat menjangkau pasar yang lebih luas, dan masyarakat desa memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti perkembangan teknologi.

Di tengah hamparan wilayah Cianjur Selatan, masyarakat Gelarpawitan kini menunggu satu hal sederhana: agar jarak geografis tidak lagi menjadi jarak dengan informasi dan kesempatan. (dil)

banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600

Comment