Wartacianjurnews.com – Program ketahanan pangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur mendapat perhatian Ketua Umum Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII), Dr. Kasih Hati. Dalam kunjungannya pada Senin (2/11/2026), ia meninjau sejumlah fasilitas peternakan dan perikanan yang menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.
Kedatangan Dr. Kasih Hati disambut Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, bersama Advokat Lilik Adi Gunawan, S.H. Mereka meninjau langsung Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), termasuk fasilitas peternakan ayam pedaging, ayam petelur, ayam kampung jenis Elba, peternakan domba, hingga budidaya ikan air tawar.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan juga menyaksikan proses pengelolaan peternakan serta panen telur ayam. Program ini melibatkan warga binaan mulai dari pemeliharaan ternak, perawatan, hingga pengelolaan hasil produksi sebagai bagian dari pembekalan keterampilan sebelum kembali ke masyarakat.
Selain fasilitas di lingkungan lapas, perhatian juga tertuju pada pengembangan lahan milik Lapas Cianjur di Kecamatan Campaka. Kawasan tersebut diarahkan menjadi pusat ketahanan pangan terpadu dengan mengembangkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Pengelolaan kawasan Campaka tidak hanya melibatkan warga binaan, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan kelompok tani dan masyarakat sekitar. Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan setempat.
Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, menjelaskan bahwa pengembangan SAE dan kawasan ketahanan pangan merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membekali warga binaan dengan keterampilan dan kemandirian, tetapi juga mendorong kolaborasi dengan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi pertanian, peternakan, dan perikanan.
Melalui program tersebut, Lapas Cianjur mengembangkan pembinaan yang berorientasi pada keterampilan kerja sekaligus pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produktif diharapkan menjadi bekal ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. (Ben)













Comment