Wartacianjurnews.com – Berkurangnya area resapan air menjadi salah satu persoalan yang disoroti menyusul banjir yang menggenangi halaman Kantor Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur.
Camat Gekbrong, Robbi Erlangga, mengatakan area resapan air di wilayah Desa Gekbrong semakin berkurang seiring dengan banyaknya pembangunan perumahan.
Kondisi tersebut membuat kemampuan tanah dalam menyerap air hujan ikut berkurang. Akibatnya, ketika hujan turun, limpasan air di permukaan menjadi lebih besar dan berpotensi menyebabkan genangan.
“Area resapan air di wilayah Desa Gekbrong berkurang karena banyak dibangun perumahan,” ujar Robbi Erlangga, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, persoalan berkurangnya area resapan perlu menjadi perhatian dalam upaya mengantisipasi banjir di wilayah Gekbrong, terutama di tengah perkembangan pembangunan.
Selain faktor berkurangnya area resapan, banjir di halaman Kantor Kecamatan Gekbrong juga dipicu tersumbatnya saluran air. Tumpukan sampah ditemukan menghambat aliran air.
Di bagian gorong-gorong juga terdapat selang air yang turut menghambat aliran sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar.
Akibat kondisi tersebut, ditambah berkurangnya area resapan, air hujan meluap hingga menggenangi halaman Kantor Kecamatan Gekbrong.
Robbi menilai penanganan banjir tidak hanya perlu dilakukan melalui pembersihan saluran, tetapi juga dengan memperhatikan keberadaan area resapan air di tengah pesatnya pembangunan di wilayah Gekbrong. (dil)














Comment