Wartacianjurnews.com – Aksi pencurian ternak yang meresahkan warga kembali terjadi di Kampung Nanggewer, Desa Sukamulya, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Peristiwa yang menimpa sejumlah warga tersebut kini tengah ditangani pihak kepolisian dan diperkuat dengan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV).
Salah satu korban, Ukasah (65), mengaku kehilangan belasan ekor ayam dan bebek yang dipeliharanya. Menurutnya, kejadian serupa bukan pertama kali terjadi karena beberapa bulan sebelumnya ia juga pernah mengalami kehilangan ternak dalam jumlah hampir sama.
“Belasan ekor ayam dan bebek milik saya hilang dalam satu malam. Sebelumnya, beberapa bulan lalu juga pernah kehilangan dengan jumlah yang hampir sama. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi,” kata Ukasah.

Ia menyebut kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp3 juta. Bagi keluarganya, unggas yang dipelihara bukan sekadar ternak, melainkan aset yang sewaktu-waktu dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun keperluan pertanian.
“Bagi kami, ayam dan bebek ini bukan sekadar ternak, tetapi tabungan. Saat membutuhkan biaya untuk membeli pupuk atau kebutuhan rumah tangga, biasanya unggas itu dijual,” ujarnya.
Ukasah mengatakan, dalam kejadian terakhir bukan hanya dirinya yang menjadi korban. Sejumlah warga lain di kampung yang sama juga dilaporkan kehilangan ayam dan bebek dalam waktu yang hampir bersamaan sehingga menimbulkan keresahan di lingkungan setempat.
Kapolsek Karangtengah AKP Yudi Heryanadi membenarkan adanya laporan pencurian dengan pemberatan terhadap hewan ternak milik warga. Menurutnya, korban yang telah melapor ke polisi berjumlah lebih dari tiga orang dan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
“Telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan terhadap hewan ternak milik warga. Untuk sementara korban terdiri dari beberapa warga masyarakat dan para korban tersebut juga telah membuat laporan polisi di Polsek Karangtengah,” ujar AKP Yudi.
Ia menjelaskan, salah seorang warga sebelumnya memasang CCTV untuk memantau lingkungan karena kasus serupa kerap terjadi. Dari hasil pemeriksaan awal, rekaman tersebut menunjukkan adanya dugaan aksi pencurian ternak di lokasi kejadian.
“Yang jelas, peristiwa tersebut memang benar terjadi dan didukung oleh rekaman CCTV. Saat ini kami masih mengolah seluruh barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
AKP Yudi menambahkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Unit Inafis Polres Cianjur untuk menganalisis data dan barang bukti yang telah dikumpulkan. Hingga saat ini, identitas pelaku masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik. (Ben)













Comment