Proyek Jalan Rp2,6 Miliar di Cinerang Tuai Kritik, Dua Kali Dikerjakan Hasilnya Tak Memuaskan

Seorang warga memperlihatkan kondisi aspal jalan di Kampung Limuspiit, Desa Cinerang, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, yang disebut mulai rusak meski baru dua hari selesai dikerjakan. Proyek jalan senilai Rp2,6 miliar tersebut menuai sorotan terkait kualitas pengerjaannya.

Wartacianjurnews.com – Kualitas pembangunan jalan di Kampung Limuspiit, Desa Cinerang, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, menjadi sorotan setelah video kondisi hotmix yang disebut baru dua hari selesai dikerjakan viral di media sosial.

Dalam video tersebut, seorang warga terlihat jongkok di permukaan jalan beraspal. Ia mengusap dan mengorek bagian permukaan hotmix yang tampak berbeda warna, bertekstur kasar, serta terlihat seperti material aspal yang mudah terlepas. Warga itu juga memperlihatkan langsung kondisi permukaan jalan kepada kamera.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan jalan yang menggunakan anggaran hingga Rp2,6 miliar. Pasalnya, jalan yang semestinya memberikan kenyamanan dan ketahanan bagi pengguna justru dikeluhkan karena hasil pengerjaannya dinilai tidak memuaskan.

Kepala Desa Cinerang, Wandi, membenarkan bahwa lokasi dalam video tersebut berada di wilayah desanya, tepatnya di Kampung Limuspiit. Ia menyebut orang yang terlihat dalam video merupakan warganya.

Menurut Wandi, jalan tersebut berstatus jalan kabupaten dan dikerjakan oleh pihak kontraktor dengan anggaran sebesar Rp2,6 miliar.

Ia mengungkapkan, ruas jalan tersebut sebelumnya sudah dua kali mendapatkan penanganan. Pekerjaan awal menggunakan konstruksi rabat beton, tetapi hasilnya dinilai tidak memuaskan. Setelah itu, jalan kembali dikerjakan menggunakan lapisan hotmix. Namun, hasil pekerjaan terbaru itu kembali menuai keluhan.

Wandi menilai kondisi tersebut sangat disayangkan karena anggaran yang digelontorkan seharusnya menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

“Sudah dua kali diperbaiki, awalnya rabat beton, hasilnya tidak memuaskan. Kemudian dihotmix, tetapi kembali tidak memuaskan. Pekerjaan seperti ini hanya membuang anggaran,” ungkapnya, Rabu (14/10/2026).

Persoalan ini tidak semata-mata menyangkut tampilan permukaan jalan, tetapi juga menyangkut mutu pekerjaan dan pertanggungjawaban penggunaan uang negara. Apalagi, berdasarkan keterangan kepala desa, perbaikan sebelumnya belum memberikan hasil yang memuaskan. (dil)

banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600

Comment