Korban Klaim Rugi Rp1 Miliar, Dugaan Jual Beli Titik MBG di Cianjur Mencuat

Wartacianjurnews.com – Dugaan praktik jual beli titik MBG di Kabupaten Cianjur mencuat setelah sejumlah mitra dapur mengaku ditawari lokasi baru dengan sejumlah biaya tertentu. Salah seorang korban bahkan mengaku mengalami kerugian lebih dari Rp1 miliar akibat dugaan penipuan berkedok penyediaan titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rama (bukan nama sebenarnya), salah seorang mitra dapur MBG, mengaku beberapa kali didatangi pihak yang menawarkan titik dapur baru di wilayah Cianjur. Untuk mendapatkan titik tersebut, ia mengaku diminta menyetorkan dana antara Rp150 juta hingga Rp200 juta.

“Benar ada beberapa orang yang datang, menawarkan kepada saya titik baru. Tapi harus bayar Rp150 juta hingga Rp200 juta per titik, tergantung lokasi,” katanya.

Teks: Dugaan jual beli titik MBG di Cianjur dengan korban mengaku mengalami kerugian lebih dari Rp1 miliar.
Foto: Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan aktivitas dapur penyedia makanan bagi penerima manfaat.

Menurut Rama, pihak yang menawarkan titik tersebut juga mengaku memiliki akses ke pejabat terkait program MBG. “Saya telusuri dia bukan orang BGN, tapi dia mengaku punya akses ke BGN dan mencatut beberapa nama. Sehingga kalau memang tidak hati-hati pasti sudah tergiur,” ujarnya.

Pengakuan serupa disampaikan Lisa (bukan nama sebenarnya), mitra dapur MBG lainnya. Ia mengaku pernah mendapat tawaran untuk memperoleh titik dapur baru dengan biaya yang lebih besar. “Mintanya mulai dari Rp200 juta sampai Rp300 juta. Itu hanya bayar untuk titik, belum lagi untuk pembangunan dapur dan biaya operasional,” katanya.

Sementara itu, Dewi (bukan nama sebenarnya) mengaku menjadi korban dugaan penipuan terkait penawaran titik dapur MBG. Ia mengatakan telah mengeluarkan dana untuk memperoleh dua titik dapur sekaligus membangun fasilitas yang dijanjikan akan diganti setelah selesai dibangun.

“Kalau saya dijanjikan untuk mendapatkan titik, tapi juga diminta untuk membangun dapurnya. Katanya nanti setelah selesai akan diganti. Jadi uang pembangunan kembali, kemudian saya bisa turut menjadi pengelola dapurnya,” ujarnya.

Namun, menurut Dewi, titik yang dijanjikan tersebut tidak terealisasi dan biaya pembangunan yang telah dikeluarkan tidak kunjung diganti. “Orang yang menjanjikannya langsung menghilang. Saya sudah keluar uang lebih dari Rp1 miliar. Itu untuk bayar dua titik dapur dan biaya pembangunan dapur yang saat ini sudah selesai 40 persen,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan dari pihak yang disebut menawarkan titik dapur tersebut. Wartacianjurnews.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh penjelasan dan hak jawab atas informasi yang disampaikan para narasumber. (Ben)

Comment