Tiga Agenda Pemberdayaan Warnai Kunjungan Menko Muhaimin ke Cianjur

Wartacianjurnews.com – Tiga agenda pemberdayaan di Cianjur menjadi fokus kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar, di Bale Pancaniti Pendopo Pemerintah Kabupaten Cianjur, Selasa (4/8/2026). Agenda tersebut meliputi literasi keuangan bagi pesantren, peluncuran program 10 ribu MCK pesantren, serta pelepasan calon pekerja migran Indonesia (PMI).

Muhaimin mengatakan literasi keuangan melibatkan berbagai pesantren, termasuk Pondok Pesantren Al-Musri. Selain itu, pemerintah meluncurkan program pembangunan 10 ribu MCK pesantren secara nasional untuk meningkatkan fasilitas sanitasi bagi para santri.

“Ya, saya hari ini ke Cianjur, tiga agenda pemberdayaan. Yang pertama, literasi keuangan untuk pesantren yang melibatkan berbagai pesantren di Al-Musri. Yang kedua, launching 10 ribu MCK pesantren untuk seluruh pesantren se-Indonesia, di mana agar para santri tetap sehat, jumlah MCK atau toilet para santri harus diperbanyak. Kita punya target rasio toilet dengan jumlah santri harus seimbang,” kata Muhaimin.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga melepas calon pekerja migran Indonesia yang akan bekerja di sektor formal. Menurut Muhaimin, pemerintah mendorong pergeseran penempatan pekerja migran dari sektor domestik menuju sektor industri formal melalui pelatihan dan penyiapan kebutuhan tenaga kerja sesuai permintaan negara tujuan.

“Saya bangga bersyukur, terima kasih hari ini Cianjur merubah wajah kita semua, akan memberangkatkan pekerja migran di sektor-sektor strategis, industri formal. Saatnya kita menggeser pekerja informal, pekerja domestik, lebih banyak lagi yang di sektor formal dan pekerja di dunia industri,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga menjalankan program SMK Go Global dengan dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), subsidi pelatihan, serta fasilitasi pencarian kebutuhan tenaga kerja di luar negeri agar pelatihan sesuai dengan lowongan yang tersedia.

Muhaimin juga mengajak seluruh pihak yang bergerak dalam penempatan pekerja migran untuk menggunakan jalur resmi. “Saya siap bekerja sama dengan swasta dan pihak manapun yang punya kegiatan ekonomi memberangkatkan PMI. Ayo kita duduk bareng, kita cari jalan legalnya. Jangan mengambil jalan ilegalnya. Itu berbahaya,” katanya. Ia menambahkan bahwa hingga saat ini pemerintah masih mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap penempatan pekerja migran ke Kamboja. (Ben)

Comment