Wartacianjurnews.com – Kemarau panjang mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Di Kecamatan Cibeber, sedikitnya 11 desa terdampak kekeringan sehingga warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Dari 18 desa yang berada di Kecamatan Cibeber, laporan pemerintah desa menyebutkan 11 wilayah terdampak. Desa-desa tersebut yakni Peteuycondong, Cibadak, Salamnunggal, Karangnunggal, Cihaur, Girimulya, Mayak, Cibarebeg, Cikondang, Sukamaju, dan Cibeber.
Camat Cibeber Ardian mengatakan, dampak kekeringan tercatat di sekitar 170 RT dari total 610 RT yang tersebar di wilayah kecamatan tersebut. Kondisi itu membuat kebutuhan air bersih masyarakat meningkat saat sejumlah sumber air mulai berkurang.

“Jadi, berdasarkan laporan dari tiap desa, di Cibeber ini ada 18 desa. Yang melaporkan itu ada sekitar 11 desa. Ternyata cukup banyak juga,” ujar Ardian.
Menurut Ardian, salah satu sumber air yang masih dimanfaatkan warga berada di Kampung Pasir Jariyah, Desa Sukamaju. Sumber tersebut menjadi tumpuan warga dari sejumlah desa, tetapi debit airnya ikut menurun seiring panjangnya musim kemarau.
“Ada memang di Cibeber itu sumber mata air yang digunakan oleh beberapa desa. Letaknya ada di Desa Sukamaju. Itu biasa dipergunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan air bersih, terutama pada saat musim kemarau,” katanya.
Pemerintah Kecamatan Cibeber bersama sejumlah instansi kemudian menyalurkan bantuan air dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah. Koordinasi dilakukan dengan PMI, Perumdam, Damkar, Polres Cianjur, serta sejumlah lembaga lainnya.
“Antisipasi kita melakukan skala prioritas, mana yang benar-benar membutuhkan air bersih. Terus kita berkoordinasi dengan dinas, instansi, dan lembaga terkait, misalnya dengan PMI, Perumdam, Damkar, dan juga Polres Cianjur,” ungkap Ardian.
Salah seorang warga terdampak, Izni Wahyuni, mengatakan warga harus mengambil air dari sumber mata air secara bergantian. Ia mengaku membawa empat galon sebanyak dua kali dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, sedangkan air untuk konsumsi dibeli dalam kemasan galon.
“Sehari itu dua kali, sore saja karena kalau pagi saya kerja. Buat kebutuhan itu saja, buat buang air besar, buang air kecil. Kalau buat masak beli galon,” tutur Izni. (Ben)














Comment