Wartacianjurnews.com- Tim pengabdian dari Universitas Putra Indonesia (UNPI) Cianjur sukses melaksanakan program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) di UMKM Kopi Luwak MB yang berlokasi di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Program yang mendapat sokongan dana dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2026 ini berfokus pada strategi pemasaran digital dan branding etis berbasis wisata edukasi (edu-tourism) guna mengakselerasi ekspor produk kopi lokal tersebut.

Kopi Luwak MB, yang dikelola oleh Bapak Budianto sejak tahun 2010, telah menerapkan produksi kopi luwak secara etis (non-exploitative breeding). Namun, potensi besar UMKM ini terhambat oleh pemasaran digital yang masih pasif dan adanya kesenjangan komunikasi nilai (value-price gap). Selama ini, konsumen mancanegara kerap menganggap harga produk terlalu mahal karena kurang memahami tingginya biaya operasional yang dikeluarkan untuk standar kesejahteraan hewan (animal welfare).
Untuk memberikan solusi konkret, tim multidisiplin UNPI yang diketuai oleh Agie Nugraha Pratama, S.T., M.Kom., bersama Fajar Arif Budiman, M.I.Kom. dan Mochamad Fikri Rifa’i, S.T., M.Kom., merancang inovasi teknologi bernama “International Branding Engine”. Dalam perancangan dan pengembangan teknologinya, tim turut menggandeng CV. GCODE INDONESIA—sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi—dengan dukungan tenaga ahli eksternalnya, Muhammad Muslim Abdul Jabbaar, S.T.
Inovasi ini mencakup pembangunan website berdomain internasional (.store) dengan fitur multibahasa, katalog produk digital, currency converter (konversi mata uang), serta optimasi pencarian global (Global SEO) untuk menjangkau pasar ekspor seperti Jerman, Korea, dan Tiongkok.
Selain infrastruktur e-commerce, tim juga membedah potensi pariwisata mitra dengan mendigitalisasi layanan edu-tourism. “Kami mengimplementasikan sistem reservasi wisata cerdas untuk mengatur kuota kunjungan harian secara ketat, memastikan tidak melebihi daya dukung lingkungan dan tidak memicu stres pada hewan penangkaran,” demikian penjelasan dalam dokumen program tersebut. Narasi ini dirancang untuk menjustifikasi harga premium produk dan menarik segmen konsumen global yang peduli pada isu keberlanjutan.
Melalui transformasi digital terintegrasi ini, Kopi Luwak MB diharapkan mampu melakukan ekspor secara mandiri, meningkatkan margin keuntungan melalui penguatan branding, dan menjadi model percontohan UMKM berbasis digital di Kabupaten Cianjur. (Redaksi)














Comment