Di Tengah Beban Kerja Layanan Kesehatan, Honor Ratusan Bidan Eks PTT di Cianjur Belum Cair

Wartacianjurnews.com – Honor bidan eks PTT di Kabupaten Cianjur dilaporkan belum cair selama dua bulan. Kondisi tersebut dikeluhkan ratusan bidan paruh waktu yang masih menjalankan pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya kurang dari 300 bidan eks PTT terdampak keterlambatan pembayaran honor. Para bidan mengaku mulai resah karena belum ada kepastian pencairan, sementara pekerjaan pelayanan kesehatan tetap berjalan.

Salah seorang bidan mengatakan keterlambatan pembayaran honor bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, para bidan tetap menjalankan tugas meski hak mereka belum diterima tepat waktu.

“Bukannya pekerjaan terus bertambah, tapi hak kami tidak diberikan begitu,” ujar salah seorang bidan kepada wartawan, Senin (12/5/2026).

Ia menegaskan, para bidan hanya meminta kepastian pembayaran honor setiap bulan. “Intinya mah menuntut hak weh,” katanya.

Selain itu, para bidan juga mengaku khawatir terhadap kelanjutan penganggaran honor pada tahun mendatang. Mereka menerima informasi bahwa mekanisme pembayaran masih bergantung pada Dana Alokasi Umum (DAU) Kesehatan dari pemerintah pusat.

Bupati Cianjur dr Mohammad Wahyu Ferdian membenarkan honor bidan eks PTT masih menunggu pencairan anggaran dari pemerintah pusat. Ia menyebut sebelumnya pembayaran honor sempat ditalangi oleh pemerintah daerah.

“Itu anggarannya sebetulnya dari pemerintah pusat. Dan saat ini sebelumnya gajinya itu sudah ditalangi oleh pemerintah daerah,” kata Wahyu saat diwawancarai wartawan.

Menurut Wahyu, pemerintah daerah saat ini masih menunggu transfer anggaran sebelum disalurkan kepada para bidan. “Ketentuan kita menunggu dulu transfer turun anggarannya, setelah itu baru kita salurkan kepada bidan-bidan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab Cianjur telah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat sejak awal tahun terkait pencairan anggaran tersebut. “Tentu kita sudah dari awal tahun kita bersurat. Ya bismillah, kita tunggu,” katanya. (Ben)

Comment