Wartacianjurnews.com – Video sejumlah anak sekolah menyeberangi jembatan berbahan bambu yang membentang di atas aliran sungai di Desa Malati, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, viral di media sosial. Kondisi jembatan yang sederhana dan berisiko tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak yang melintasinya.
Dalam video yang beredar, sejumlah anak sekolah terlihat berjalan melewati jembatan bambu di atas aliran sungai berbatu. Jembatan tersebut menjadi salah satu jalur penghubung bagi warga setempat.
Kepala Desa Malati, Hendra Irawan, menjelaskan bahwa jembatan tersebut menghubungkan Kampung Tisuk dengan Kampung Kangketan yang masih berada dalam satu rukun warga (RW). Jumlah warga yang menggunakan jalur tersebut diperkirakan mencapai 17 kepala keluarga (KK).
Menurut Hendra, jembatan bambu itu merupakan jalan pintas yang kerap digunakan anak-anak karena jaraknya lebih dekat. Padahal, terdapat jembatan lain yang baru dibangun dan sudah dapat dilintasi sepeda motor.
“Jembatan itu merupakan jalan pintas. Anak-anak sekolah masih sering menggunakannya karena jaraknya lebih dekat,” jelasnya, Minggu (25/10/2026).
Hendra mengaku telah mengarahkan anak-anak sekolah agar menggunakan jalur penyeberangan yang lebih aman. Namun, mereka masih tetap menggunakan jembatan bambu tersebut.
Terkait pembangunan jembatan permanen, Hendra mengatakan bahwa hingga kini pembangunan di lokasi tersebut belum dapat direalisasikan melalui Dana Desa (DD), lantaran masih terdapat sejumlah kebutuhan pembangunan lain yang menjadi prioritas.
Meski demikian, pembangunan jembatan utama di Kampung Tisuk baru saja selesai melalui gotong royong dan swadaya masyarakat.
Hendra berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat memberikan bantuan untuk pembangunan jembatan yang lebih layak dan aman bagi warga, khususnya anak-anak sekolah.
Ia berharap adanya perhatian dari pemerintah dapat membantu menyediakan akses penyeberangan yang aman sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat penggunaan jembatan bambu tersebut.
Viralnya video ini menjadi pengingat bahwa keterbatasan infrastruktur di wilayah pedesaan masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian, terutama ketika menyangkut keselamatan anak-anak saat berangkat dan pulang sekolah. (dil)













Comment