Anggaran Rp293 Miliar Digelontorkan, UHC Cianjur Terancam Gagal Karena Minim Perencanaan.

Wartacianjurnews.com – Program Universal Health Coverage (UHC) yang digagas Pemerintah Kabupaten Cianjur dinilai belum akan dirasakan optimal oleh masyarakat. Meski telah didukung anggaran besar dari APBD 2026 sebesar Rp293,6 miliar, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah persoalan teknis.

Secara konsep, UHC diharapkan mampu memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi warga, cukup dengan menunjukkan KTP. Target ini juga diperkuat oleh komitmen kepala daerah dalam berbagai kesempatan. Namun, untuk mencapai status UHC, kepesertaan BPJS harus mencapai 95 persen dari total penduduk, dengan minimal 80 persen peserta aktif.

Cianjur Government Watch (CGW) menilai, hingga saat ini belum terlihat kesiapan teknis yang matang dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan sebagai leading sector.

Koordinator Advokasi CGW, Ilyas (Apung), mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah indikasi lemahnya perencanaan program tersebut.

“Kami melihat belum ada road map yang jelas terkait skema pelaksanaan UHC di Cianjur. Ini berpotensi membuat program tidak tepat sasaran,” ujar Ilyas, Rabu (29/3/2026)

Menurutnya, persoalan utama terletak pada validitas data dan minimnya sosialisasi kepada masyarakat. Banyak warga yang didaftarkan sebagai peserta BPJS oleh pemerintah, namun tidak mengetahui status kepesertaannya.

“Data penerima masih simpang siur, dan yang lebih krusial, masyarakat tidak diberi informasi bahwa mereka sudah terdaftar. Akibatnya, mereka juga tidak memahami manfaat program ini,” tambahnya.

CGW mengingatkan, tanpa perbaikan sistem dan alur pelaksanaan yang jelas, anggaran besar yang telah dialokasikan berisiko tidak sebanding dengan manfaat yang diterima masyarakat.

“Jika tidak segera dibenahi, cita-cita layanan kesehatan cukup dengan KTP hanya akan menjadi janji yang sulit terealisasi,” tegas Ilyas.

CGW mendorong Pemerintah Kabupaten Cianjur, khususnya Dinas Kesehatan, untuk segera menyusun roadmap yang terukur, memperbaiki validasi data, serta meningkatkan sosialisasi agar program UHC benar-benar dirasakan masyarakat. (dil)

Comment