Menjelang HUT ke-81 RI, Jejak Bung Karno dan Merah Putih Tersimpan di Sukanagara Cianjur

Foto : Bendera Merah Putih yang telah berusia puluhan tahun dan tersimpan di Pondok Pesantren Al-Basyariyah, Sukanagara, Cianjur. Kondisinya yang lusuh menjadi saksi sejarah yang terus dirawat hingga kini.

Wartacianjurnews.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum untuk kembali menengok jejak panjang perjuangan bangsa yang tersimpan di berbagai pelosok daerah.

Salah satunya berada di wilayah Cianjur Selatan. Di Kampung Cikiruh, Desa Sukanagara, Kecamatan Sukanagara, berdiri Pondok Pesantren Al-Basyariyah yang menyimpan cerita tentang perjalanan spiritual dan perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Pesantren tersebut didirikan KH Ahmad Basyari pada 1911. Sejumlah catatan sejarah menyebut Bung Karno pernah datang dan belajar agama kepada KH Ahmad Basyari di pesantren tersebut. Bahkan, kedatangan Bung Karno pada masa itu disebut dilakukan secara diam-diam pada malam hari untuk menghindari pengawasan pemerintah kolonial Belanda.

Di tengah suasana menjelang peringatan HUT ke-81 RI, kisah tersebut kembali mengingatkan bahwa perjuangan kemerdekaan bukan hanya terjadi di pusat pemerintahan, tetapi juga tumbuh dari pesantren, kampung dan pelosok daerah.

Sesepuh Pondok Pesantren Al-Basyariyah, UST Hasyim, menuturkan bahwa jejak sejarah yang berada di lingkungan pesantren merupakan bagian penting dari warisan yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda.

Menurutnya, keberadaan peninggalan yang berkaitan dengan perjalanan Bung Karno menjadi pengingat bahwa para pendahulu bangsa tidak hanya berjuang dengan kekuatan fisik, tetapi juga melalui pendidikan, keagamaan, doa dan perjuangan moral.

Kisah tersebut juga berkaitan dengan keberadaan sebuah bendera Merah Putih yang selama bertahun-tahun disimpan dan diwariskan secara turun-temurun di lingkungan keluarga pesantren.

Bendera yang kondisinya telah lusuh dimakan usia itu dalam penuturan yang berkembang di lingkungan pesantren disebut memiliki kaitan dengan sejarah perjuangan kemerdekaan. Sejumlah pemberitaan bahkan menyebutnya sebagai bendera pusaka. Namun, status dan autentikasi historisnya tetap perlu dikaji lebih lanjut oleh lembaga atau ahli sejarah.

Yang tidak kalah penting, keberadaan benda tersebut menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kembali sejarah perjuangan kepada masyarakat.

Bukan Sekadar Bendera

Merah dan putih yang kini menjadi simbol negara memiliki makna mendalam bagi perjalanan bangsa Indonesia.

Di Pesantren Al-Basyariyah, kisah tentang Merah Putih tidak hanya berbicara mengenai selembar kain yang telah berusia puluhan tahun. Lebih dari itu, terdapat cerita tentang keberanian, perjuangan, pendidikan agama dan hubungan antara ulama dengan tokoh pergerakan nasional.

KH Ahmad Basyari sendiri dikenal sebagai pendiri Pesantren Al-Basyariyah. Sejumlah sumber mencatat bahwa beliau merupakan murid KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Tebuireng dan kemudian mendirikan pesantren di Kampung Cikiruh, Sukanagara.

Dari lingkungan pesantren inilah kemudian berkembang kisah kedekatan dengan Bung Karno.

Bung Karno disebut pernah tinggal di lingkungan pesantren dan memperdalam ilmu agama. Jejak keberadaannya bahkan masih dikaitkan dengan sejumlah peninggalan yang disimpan oleh keluarga pesantren.

Pesan Kemerdekaan dari Cianjur Selatan

Memasuki momentum HUT ke-81 RI, kisah sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat hari ini tidak datang secara cuma-cuma.

Ada pengorbanan para pejuang, ulama, santri dan masyarakat yang ikut mempertahankan cita-cita Indonesia merdeka.

UST Hasyim berharap generasi sekarang tidak hanya merayakan kemerdekaan dengan memasang bendera dan mengikuti berbagai perlombaan, tetapi juga memahami sejarah yang melatarbelakangi lahirnya bangsa Indonesia.

Sebab, menurutnya, menjaga kemerdekaan tidak cukup hanya dengan mengenang nama para pahlawan.

Generasi muda harus mampu meneruskan semangat mereka melalui pendidikan, persatuan, kepedulian terhadap sesama dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Di tengah kibaran Merah Putih pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini, Cianjur Selatan kembali mengingatkan satu hal: sejarah Indonesia ternyata juga tersimpan di balik dinding-dinding pesantren dan kampung-kampung yang jauh dari pusat kekuasaan.

Jejak Bung Karno di Sukanagara menjadi bagian dari cerita panjang tersebut, sebuah warisan sejarah yang perlu dirawat, diteliti dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (dil)

banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600

Comment