Wartacianjurnews.com- Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur mencatat, sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala DTPHP Cianjur Wahyu Ginanjar mengatakan, abu vulkanik mayoritas jatuh di area lahan pertanian di wilayah utara dan tengah.
Bahkan, berdasarkan pemantauan citra satelit BMKG mendeteksi sebaran abu vulkanik klaster rendah bergerak melintasi wilayah Jawa Barat Barat-Selatan termasuk Kabupaten Cianjur.
“Keberadaan abu vulkanik di area pertanian berada di wilayah Cianjur Utara (Cipanas, Pacet, Cugenang, Sukaresmi), wilayah perkotaan, hingga Cianjur Timur (Ciranjang dan sekitarnya),” kata Wahyu, Senin 7 September 2026.
Wahyu mengimbau seluruh petani dan kelompok tani di wilayah Kabupaten Cianjur untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Imbauan meningkatkan kewaspadan memitigasi cepat terkait dampak sebaran abu vulkanik Anak Krakatau yang melanda sejumlah wilayah pertanian di Cianjur sejak dua hari terakhir,” ujarnya.
Menurut Wahyu, abu vulkanik mengandung senyawa asam (sulfur) tingkat tinggi dan partikel silika tajam (abrasif) yang diperparah dengan kondisi musim kemarau.
“Pada komoditas padi sawah resiko dehidrasi daun dan pada komoditas sayuran terjadi pembusukan dan robeknya jaringan daun luar,” pungkasnya. (NRS)














Comment