Pesona Bukit Rawangan, “Balkon Alam” di Cibadak

Menikmati Teduhnya Bukit Rawangan: Sejumlah pengunjung bersantai di saung sederhana di kawasan Bukit Rawangan, Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Lokasi ini menawarkan suasana sejuk di tengah pepohonan pinus serta panorama alam yang menenangkan.

 

Oleh Fadilah Munajat

Angin sepoi-sepoi menyapa pelan setiap langkah yang menapaki tanah Bukit Rawangan. Di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut, hamparan hijau perkebunan pinus membentang luas, menghadirkan suasana teduh yang seolah memeluk siapa saja yang datang.

Bukit Rawangan, yang juga dikenal sebagai Bedeng Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, bukan sekadar tempat singgah. Ia adalah ruang jeda, tempat orang-orang melepas penat dari hiruk-pikuk kehidupan. Di antara deretan pohon pinus yang menjulang, berdiri saung-saung sederhana dan bangku kayu di tepi jurang, tempat terbaik untuk berhenti sejenak, menarik napas dalam-dalam, dan memandang jauh ke arah kota.

Dari titik ini, Cianjur tampak seperti lukisan yang hidup. Atap-atap rumah tersusun rapi, jalanan berkelok, dan kabut tipis yang sesekali turun menambah kesan magis. Saat pagi, cahaya matahari perlahan menembus sela pepohonan, menciptakan siluet yang hangat. Sementara sore hari menghadirkan warna jingga yang menenangkan, seakan menutup hari dengan sempurna.

Tak banyak yang tahu, keindahan ini lahir dari inisiatif desa. Kepala Desa Cibadak, Elan Hermawan, menuturkan bahwa Bukit Rawangan dibangun oleh pemerintah desa di atas lahan milik Perhutani. Upaya ini menjadi bagian dari pemanfaatan potensi alam yang dimiliki desa, sekaligus membuka ruang wisata yang bisa dinikmati masyarakat luas.

“Ini bentuk ikhtiar desa untuk mengangkat potensi wilayah. Kita ingin masyarakat punya tempat wisata yang dekat, nyaman, dan tetap menjaga kelestarian alam,” ujarnya, Rabu (15/7/2026)

Lebih dari sekadar destinasi, Bukit Rawangan adalah cerminan bagaimana desa tumbuh dari kekuatan lokalnya. Dari tangan-tangan warga, dari niat sederhana untuk menghadirkan ruang bersama, hingga akhirnya menjadi tempat yang mengundang banyak cerita.

Di sana, setiap orang punya alasan untuk datang. Ada yang sekadar menikmati kopi di saung sambil memandangi kabut, ada pula yang mengabadikan momen dengan latar alam yang menawan. Namun satu hal yang pasti, siapa pun yang pernah singgah akan membawa pulang ketenangan, sesuatu yang tak selalu bisa ditemukan di tempat lain.

Bukit Rawangan bukan hanya tentang pemandangan. Ia adalah rasa. Tentang sunyi yang menenangkan, tentang alam yang memeluk, dan tentang desa yang perlahan menunjukkan pesonanya kepada dunia. (**)

Comment