Orang Tua Murid SDN Pasir Hayam Keluhkan “Tidak Wajib tapi Membebani” LKS hingga Seragam Capai Ratusan Ribu Rupiah

Wartacianjurnews.com – Sejumlah orang tua murid di SDN Pasir Hayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, mengeluhkan kebijakan pengadaan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dinilai tidak tegas namun tetap membebani secara psikologis.

Pasalnya, meski pihak sekolah melalui komite menyampaikan bahwa pembelian LKS tidak bersifat wajib, para orang tua menilai kondisi di lapangan membuat siswa yang tidak membeli berpotensi merasa minder dibandingkan teman-temannya.

Hal itu terungkap dari pesan yang beredar di grup orang tua murid, yang merupakan tindak lanjut rapat komite bersama kepala sekolah. Dalam pesan tersebut, orang tua diminta mendata minat pembelian LKS secara kolektif dengan harga Rp35 ribu per buku untuk seluruh mata pelajaran, kecuali Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Sunda yang dihargai Rp20 ribu.

“Memang dibilang tidak wajib, tapi kalau anak lain pakai semua, yang tidak beli pasti merasa berbeda. Ini yang jadi beban,” ujar salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya, Rabu (29/7/2026).

Tak hanya LKS, keluhan juga muncul terkait pengadaan seragam sekolah yang dinilai terlalu banyak dan mahal. Orang tua mengaku diminta membeli beberapa jenis seragam sekaligus, mulai dari baju olahraga, batik, busana muslim, hingga pangsi/kebaya dengan total biaya mencapai Rp600 ribu.

Ironisnya, menurut mereka, tidak semua seragam memiliki jadwal pemakaian yang jelas.

“Pangsi sama kebaya itu jarang dipakai, bahkan tidak ada jadwalnya. Tapi tetap harus beli. Ini memberatkan,” keluh orang tua lainnya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait transparansi dan urgensi pengadaan perlengkapan sekolah, terlebih di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Para orang tua berharap pihak sekolah dan dinas terkait dapat mengevaluasi kebijakan tersebut agar tidak menimbulkan beban terselubung bagi wali murid.

“Kalau memang tidak wajib, seharusnya benar-benar tidak ada tekanan, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tegasnya.

Sementara itu, saat Wartacianjurnews.com mencoba melakukan konfirmasi ke pihak sekolah, kepala sekolah tidak dapat ditemui. Salah seorang guru menyebutkan bahwa kepala sekolah sedang tidak bisa menerima tamu karena tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah terkait keluhan para orang tua murid tersebut. (Redaksi)

Comment