Lulusan Abdi Bangsa Cianjur Tembus Pasar Kerja Global, Peserta PKK Lulus 100 Persen

Wartacianjurnews.com – Sebanyak 61 lulusan Abdi Bangsa Institute Cianjur diwisuda dalam acara yang digelar di Cordela Suites Hotel, Rabu (21/10/2026). Lulusan program pelatihan dan magang tersebut dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri maupun luar negeri.

Pimpinan Lembaga Kursus Abdi Bangsa Institute Cianjur, Aji Syamsurizal, mengatakan sekitar 75 persen lulusan tahun ini telah diterima di industri, termasuk di dalam negeri, luar negeri, dan kapal pesiar.

“Program unggulan sebenarnya kita ini adalah pemagangan dan penempatan nanti ke luar negeri,” kata Aji.

Teks: Wisudawan Abdi Bangsa Institute Cianjur bersama unsur Forkopimda dan tamu undangan menghadiri acara wisuda di Cordela Suites Hotel.
Foto: Para wisudawan bersama unsur Forkopimda dan tamu undangan menghadiri prosesi wisuda Abdi Bangsa Institute Cianjur di Cordela Suites Hotel, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, lembaga kursus berfokus pada pelatihan, sedangkan proses penempatan pekerja migran dilakukan melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Abdi Bangsa Institute bekerja sama dengan PT Omna Trisatya Chandra untuk mendukung peluang penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Menurut Aji, bidang waiter dan housekeeping menjadi dua kompetensi yang banyak diminati industri perhotelan. Kemampuan komunikasi, sikap profesional, dan keramahan dinilai penting dalam sektor pelayanan atau hospitality.

Aji juga menyebut salah satu alumninya diterima dalam program J-1 Amerika Serikat. Ia menilai pendidikan vokasi dan penguasaan keterampilan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta menghadapi peluang tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Yaya Sutarya dari Direktorat Kursus dan Pelatihan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) yang melibatkan Abdi Bangsa Institute.

Menurut Yaya, sebanyak 25 peserta program PKK yang mengikuti pelatihan di lembaga tersebut seluruhnya dinyatakan lulus uji kompetensi. Ia menyebut para peserta juga telah terserap di pasar kerja global, di antaranya Malaysia dan Thailand.

“Dari 25 yang kita titipkan di Abdi Bangsa, 100 persen lulus uji kompetensi,” ujar Yaya.

Ia menjelaskan, program PKK merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan keterampilan masyarakat, termasuk mereka yang tidak lagi bersekolah dan berusia di bawah 25 tahun, agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Yaya menilai pendidikan nonformal melalui lembaga kursus memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja. Pemerintah, kata dia, juga mendorong peningkatan kompetensi instruktur melalui program beasiswa kredensial mikro serta pelatihan bagi instruktur dan penyelenggara kursus.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia KP2MI, Abri Danar Prabawa, memaparkan pentingnya penyesuaian pelatihan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja di negara tujuan.

Menurut Abri, pemerintah mendorong standardisasi lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi pekerja migran melalui kerja sama lintas kementerian. Standardisasi tersebut mencakup materi pembelajaran, sarana dan prasarana, kualifikasi instruktur, serta sertifikasi kompetensi bahasa dan teknis.

“Harapannya adalah pembelajaran di dalam negeri itu materinya memang sudah sesuai dengan yang dibutuhkan di pasar kerja global,” kata Abri.

Ia menjelaskan, materi pelatihan perlu disesuaikan dengan jabatan dan negara tujuan agar kompetensi calon pekerja migran sesuai dengan pekerjaan yang akan dijalani. Kualifikasi instruktur juga perlu memenuhi standar agar proses pembelajaran berjalan sesuai kebutuhan.

Melalui penyelarasan tersebut, pemerintah berharap lembaga pelatihan vokasi dapat menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Wisuda Abdi Bangsa Institute menjadi salah satu momentum untuk menunjukkan peran pendidikan vokasi dan kursus dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. (Ben)

Comment