Loh!, Luapan Air Diduga Limbah SPPG Mayak Disebut Bekas Wudhu, Warga : Hitam dan Berbau

Oplus_16908288

Wartacianjurnews.com- Warga Desa Mayak Kecamatan Cibeber membantah pernyataan Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mayak Kecamatan Cibeber, Mahni Sindoro yang menyebut luapan air dari IPAL merupakan air wudhu.

Sebelumnya, ramai cairan diduga limbah yang dihasilkan aktivitas SPPG MBG Mayak meluber dan mencemari lingkungan sekitar.

“Masa cairan yang luber itu dibilang air wudhu, sudah jelas warnanya hitam dan berbau,” kata dia, Senin 20 Juli 2026.

Menurutnya, air tersebut dihasilkan dari seluruh aktivitas SPPG MBG Mayak, mulai pembuangan minyak, bumbu-bumbu, air cucian sayuran dan peralatan masak.

“Jadi semua pembuangan itu larinya ke sana,” ujarnya.

Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mayak Kecamatan Cibeber, Mahni Sindoro menyebut, air yang sempat meluber bukan berasal dari limbah IPAL, melainkan air wudhu.

“Yang disebut air limbah itu tidak benar. Dari hasil konfirmasi, air yang meluber itu adalah air wudhu,” pungkasnya. (NRS)

Comment