Wartacianjurnews.com – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Cianjur menuai perhatian serius dari DPRD.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Rian Purwa Wiwitan, angkat bicara terkait kasus dugaan asusila yang dilakukan seorang nakes berinisial FM (48), yang kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
Kasus tersebut bermula dari dugaan pelaku yang mengiming-imingi korban dengan pekerjaan hingga akhirnya korban mendatangi rumah pelaku dan terjadi peristiwa dugaan pelecehan. Korban yang tidak terima kemudian melaporkan kejadian itu ke aparat penegak hukum.
Rian menegaskan, peristiwa ini tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga menyangkut integritas profesi tenaga kesehatan yang seharusnya memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Ini persoalan serius. Tenaga kesehatan adalah profesi yang sangat dipercaya masyarakat. Jika ada oknum yang diduga melakukan tindakan asusila, tentu harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya, Senin (27/7/2026)
Ia juga mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan, serta memastikan korban mendapatkan perlindungan.
Lebih lanjut, Rian meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur untuk segera mengambil langkah konkret, tidak hanya sebatas menunggu proses hukum.
“Dinas Kesehatan harus melakukan monitoring secara menyeluruh dan berkelanjutan terhadap seluruh tenaga kesehatan. Pengawasan ini penting agar kasus serupa tidak kembali terjadi, termasuk di kecamatan lain di wilayah Cianjur,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan pembinaan moral, etika profesi, serta pengawasan internal menjadi hal penting guna mencegah kasus serupa terulang kembali.
“Jangan sampai ini menjadi preseden buruk. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik dan kepercayaan masyarakat tidak hilang,” pungkasnya. (dil)













Comment