Wartacianjurnews.com – Polemik pembangunan bendungan di Kampung Cipadang Gunung, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, kian memanas. Warga secara terbuka membantah pernyataan Camat Cibeber, Adrian, yang menyebut proyek tersebut belum rampung sehingga belum dapat dilakukan monitoring dan evaluasi (monep).
Dede Hermawan, warga setempat, menegaskan bahwa pembangunan bendungan telah selesai dan tidak ada lagi aktivitas pekerjaan di lokasi. Ia menilai pernyataan camat tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Pekerjaan sudah selesai. Di lokasi sudah tidak ada aktivitas. Tapi hasilnya tidak sesuai dengan gambar,” tegas Dede Minggu (19/7/2026)
Tak hanya soal status pengerjaan, Dede juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian antara perencanaan dan hasil fisik bangunan. Ia mempertanyakan kualitas material serta volume pekerjaan yang dinilai tidak mencerminkan rencana awal.
“Kalau dilihat, kualitas dan kuantitasnya patut dipertanyakan. Ini bukan sekadar soal selesai atau belum, tapi hasilnya juga tidak sesuai,” ujarnya.
Sebelumnya, Camat Cibeber Adrian menyampaikan bahwa pembangunan bendungan masih dalam tahap proses. Ia menyebut hasil monitoring sementara baru mencatat sebagian volume pekerjaan dari total yang direncanakan, sehingga belum bisa dipastikan kesesuaiannya.
Namun, perbedaan keterangan ini justru memicu tanda tanya besar. Warga menyebut proyek telah rampung, sementara pihak kecamatan menyatakan sebaliknya.
Merespons kondisi tersebut, warga berencana melayangkan pengaduan masyarakat (dumas) ke Inspektorat Daerah Kabupaten Cianjur dan Kejaksaan Negeri Cianjur. Langkah ini ditempuh agar ada pemeriksaan menyeluruh, baik dari sisi administrasi maupun fisik bangunan.
“Kami akan buat dumas ke Inspektorat dan Kejaksaan. Biar diperiksa secara menyeluruh, mulai dari anggaran sampai hasil pekerjaannya,” kata Dede.
Warga berharap aparat pengawas dan penegak hukum segera turun tangan untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam proyek yang bersumber dari anggaran publik tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa maupun pelaksana kegiatan belum memberikan klarifikasi resmi terkait bantahan warga tersebut. (dil)













Comment