Wartacianjurnews.com – Kekeringan mulai melanda areal persawahan di Blok Sayang Kaak, Desa Cikancana, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur. Tercatat sekitar 5 hektare sawah terdampak kekeringan, sementara 15 hektare lainnya terancam mengalami kondisi serupa.
Upaya penanganan darurat kini dilakukan melalui gotong royong petani bersama Pemerintah Desa Cikancana dengan melakukan normalisasi saluran irigasi yang mengalami pendangkalan.
Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Gekbrong, Ade Welly Sulaiman, mengatakan bahwa kekeringan ini merupakan dampak berkurangnya debit air, sehingga pasokan ke lahan pertanian tidak maksimal.
“Sebetulnya sudah diajukan bantuan irigasi pompa (irpom) dari Kementerian Pertanian. Namun terkendala karena sumber airnya tidak mencukupi,” ujarnya, Senin (27/7/2026)
Menurutnya, langkah alternatif yang dilakukan saat ini adalah normalisasi irigasi sepanjang 300 meter untuk mengalirkan air dari saluran Irigasi Jaya Bakti menuju wilayah terdampak.
“Hari ini baru terselesaikan sekitar 30 meter. Sedangkan masyarakat secara swadaya sudah melakukan pengurugan sepanjang kurang lebih 47 meter,” katanya.
Ia menjelaskan, dari total 5 hektare lahan yang terdampak, sekitar 3,5 hektare masuk kategori ringan, 1 hektare kategori sedang, dan 0,5 hektare tergolong berat.
“Kondisi ini bisa terus memburuk. Lahan yang saat ini kategori sedang berpotensi menjadi puso jika tidak segera tertangani,” tambahnya.
Kegiatan penanganan kekeringan ini merupakan bagian dari Gerakan Penanganan Dampak Perubahan Iklim (DPI) yang dilaksanakan oleh Satuan Pelayanan BPTPH Wilayah I Cianjur bersama kelompok tani Mekar Kencana.
Selain unsur teknis, kegiatan ini juga melibatkan petani, masyarakat, serta pemerintah desa setempat.
Sementara itu, salah seorang petani menyebutkan bahwa kondisi kekeringan tahun ini tergolong paling parah dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun lalu hanya sekitar satu hektare yang terdampak. Sekarang jauh lebih luas. Bahkan dulu sempat ada benih yang tidak jadi ditanam karena kekeringan,” ungkapnya.
Para petani berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan irigasi yang memadai agar lahan pertanian tidak semakin rusak dan gagal panen bisa dihindari. (dil)













Comment