Wartacianjurnews.com — Gempa M4,3 Cianjur mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026) pukul 17.53.11 WIB. BMKG mencatat episenter gempa berada di darat pada koordinat 6,91 Lintang Selatan dan 107,10 Bujur Timur, sekitar 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur dengan kedalaman 4 kilometer.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif. Getaran dirasakan di sejumlah wilayah, dengan intensitas III-IV MMI di Cianjur dan II-III MMI di sejumlah wilayah lainnya.
Hingga pukul 18.15 WIB, BMKG menyatakan belum menemukan aktivitas gempa bumi susulan. BMKG juga menyebut belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Di tengah pembahasan mengenai aktivitas sesar dan kemungkinan terjadinya gempa lain, Pemerhati Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono, menjelaskan bahwa sebuah gempa memang dapat memicu gempa lain, tetapi terdapat kondisi tertentu yang harus terpenuhi.
“Secara seismologi dan tektonik, gempa memang dapat memicu gempa lain melalui mekanisme transfer tegangan statis (static stress transfer) dan dinamis (dynamic stress transfer), di mana pelepasan energi pada suatu patahan menggeser atau menambah beban tegangan Coulomb (Coulomb failure stress change) ke segmen patahan terdekat yang sudah berada dalam kondisi kritis (near-critical state),” ujar Daryono.
Menurutnya, kondisi patahan yang sudah mendekati ambang kegagalan menjadi faktor penting dalam mekanisme tersebut. Dengan demikian, perubahan tegangan akibat gempa hanya berperan sebagai pemicu akhir pada patahan yang sebelumnya sudah berada dalam kondisi hampir gagal.
“Peristiwa pemicuan ini murni terbatas pada area di mana ambang batas ambruknya batuan (failure threshold) sudah hampir tercapai akibat akumulasi pergerakan lempeng tektonik lokal, sehingga gelombang seismik atau perubahan tegangan tersebut hanya bertindak sebagai pemantik akhir (trigger), bukan menciptakan energi baru dari jauh atau memicu rantai bencana global tanpa batas mekanis yang jelas,” katanya.
Untuk gempa Cianjur pada Selasa sore tersebut, belum ada pernyataan BMKG yang menyebut gempa M4,3 itu telah memicu gempa lain. Masyarakat diimbau tetap mengacu pada informasi resmi BMKG dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. (Ben)














Comment