Wartacianjurnews.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur memastikan pelaksanaan upacara pembukaan Lomba Tingkat II (LT II) Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Sindangbarang telah sesuai standar operasional prosedur (SOP), meski dua siswa dilaporkan pingsan saat mengikuti upacara di tengah cuaca panas.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rifki Mohammad Ramdan, mengatakan kedua siswa tersebut berasal dari SDN Sadarmanah. Keduanya sempat mengalami kondisi fisik menurun saat mengikuti upacara pembukaan di Lapang Desa Muaracikaku, Kecamatan Sindangbarang, Sabtu (5/9/2026).
“Ada dua siswa yang pingsan dari SDN Sadarmanah, keduanya sudah ditangani dengan baik, sekarang keduanya sudah bisa mengikuti kegiatan kembali,” ujar Rifki.
Rifki menambahkan, salah seorang siswa laki-laki yang sempat pingsan merupakan putra dari salah satu guru SDN Sadarmanah.
Menurut Rifki, meski terjadi insiden tersebut, pelaksanaan upacara tetap berjalan sesuai SOP. Penanganan terhadap kedua siswa juga telah dilakukan sehingga keduanya dapat kembali mengikuti kegiatan.
“Ini sudah sesuai SOP,” katanya.
Pernyataan Disdik tersebut disampaikan setelah pelaksanaan upacara mendapat sorotan dari Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Rian Purwa Wiwitan.
Rian sebelumnya mempertanyakan keputusan panitia menggelar upacara sekitar pukul 10.00 WIB di lapangan terbuka. Menurutnya, waktu tersebut kurang tepat karena kondisi matahari sudah menyengat, terlebih saat ini memasuki musim kemarau.
“Upacara harusnya dilakukan pagi hari sebelum panas matahari menyengat, terlebih saat ini musim kemarau. Dengan begitu upacara dilakukan saat cuaca panas sama dengan menyiksa anak-anak,” tegas Rian.
Perbedaan pandangan antara Disdik dan Komisi IV tersebut menempatkan persoalan utama pada pelaksanaan upacara di lapangan. Disdik menilai prosedur telah dipenuhi, sementara DPRD menyoroti apakah pemilihan waktu upacara sudah benar-benar mempertimbangkan keselamatan dan kondisi fisik peserta anak-anak.
Insiden dua siswa pingsan menjadi catatan yang semestinya tidak berhenti pada pernyataan bahwa kegiatan telah sesuai SOP. Evaluasi diperlukan untuk memastikan SOP yang diterapkan juga mampu mengantisipasi faktor cuaca, terutama ketika kegiatan digelar di ruang terbuka dan melibatkan peserta usia sekolah.
Sebab, kegiatan Pramuka boleh mengajarkan ketahanan fisik, tetapi keselamatan anak tetap harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan penyelenggara. (dil)














Comment