Wartacianjurnews.com- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat menemukan temuan lima paket pekerjaan RSUD Sayang kekurangan volume pada tahun 2025.
Paket pekerjaan tersebut berupa renovasi ruang Delima, perbaikan selasar, kamar Apel, gudang alkes, hingga Dahlia.
Akibatnya, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Sayang harus menanggung kerugian Rp266.245.145,79.

Ariyanto, aktivis dari gerakan Aliansi Muda Cianjur (GAMC) menilai, kerugian Rp266 juta terlihat kecil dalam bahasa proyek, tapi tidak dalam bahasa pelayanan kesehatan,
“Angka itu bisa berarti alat medis yang tak terbeli, perbaikan ruang yang tertunda, atau pasien yang harus menunggu lebih lama,” kata Ariyanto, Rabu 20 Mei 2026.
Atas temuan tersebut, Ariyanto mempertanyakan pertanggungjawabannya.
“Siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana memastikan ini bukan sekadar temuan tahunan yang rutin dibaca, lalu dilupakan,” tuturnya.
Dikonfirmasi wartawan Warta Cianjur soal temuan tersebut, Dirut RSUD Sayang Yuli Hendriyani enggan menjawab dan malah mengarahkan untuk ditanyakan kepada salah satu Wakil Direktur (Wadir).
“Silahkan ke Pak Wadir,” singkatnya. (NRS)













Comment