Oleh Fadilah Munajat/ Wartacianjurnews.com
Sindangbarang – Setelah lama terkurung genangan, Muara Ciselang di Desa Sirnagalih, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, akhirnya mulai terbuka. Pasir yang selama ini membendung aliran muara perlahan jebol, membuat air mengalir keluar dan permukaan genangan surut sedikit demi sedikit.
Perubahan itu sontak memicu kehebohan. Ratusan warga, bukan hanya dari Desa Sirnagalih tetapi juga dari berbagai wilayah sekitar, berbondong-bondong mendatangi Muara Ciselang. Mereka datang membawa jaring, serok, hingga peralatan seadanya, memburu ikan yang terjebak di antara genangan yang kian dangkal.
Sejak pagi, kawasan muara yang sebelumnya sunyi dan dipenuhi air berubah menjadi lautan manusia. Warga tumpah ruah menyusuri tepian, mengamati setiap gerakan ikan, lalu bergerak cepat ketika melihat sasaran. Suara riuh dan sorak-sorai pun pecah setiap kali tangkapan berhasil diangkat.
Di bagian muara yang mulai mengering, ikan-ikan tampak terjebak di antara kubangan. Warga pun tak menyia-nyiakan kesempatan. Mereka turun ke genangan, mengais setiap sudut, berharap membawa pulang hasil tangkapan sebanyak mungkin.
Berbagai jenis ikan berhasil ditangkap warga. Bagi mereka, surutnya air bukan sekadar perubahan alam, melainkan kesempatan langka yang mungkin tidak datang dua kali.
Rahmat, salah seorang warga, mengatakan pasir yang menutupi muara mulai jebol sehingga air yang sebelumnya menggenang kini berangsur-angsur berkurang.
“Airnya mulai surut setelah pasir di muara jebol. Warga langsung ramai-ramai datang karena ikan banyak yang terjebak di bagian yang dangkal,” kata Rahmat saat ditemui di sekitar Muara Ciselang.
Rahmat menuturkan, sejak pagi warga mulai berdatangan membawa jaring, serok, dan peralatan seadanya. Ia menyebut suasana di muara berubah drastis. Warga saling menyusuri genangan, berebut mencari ikan, dan sesekali bersorak ketika berhasil mendapatkan tangkapan.
“Kami memanfaatkan kesempatan ini. Selain bisa membawa pulang ikan, suasananya juga ramai karena warga berkumpul bersama,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat Muara Ciselang dipadati warga. Genangan yang menyusut seolah membuka panggung bagi perburuan ikan yang berlangsung meriah sejak pagi.
Fenomena bugel ini memperlihatkan bagaimana perubahan alam dapat mengubah wajah sebuah kawasan dalam sekejap. Muara Ciselang yang sebelumnya hanya dikenal sebagai kawasan perairan, kini berubah menjadi arena berburu ikan sekaligus tempat warga berkumpul dan berbagi kegembiraan.
Bagi ratusan warga yang datang, surutnya air menjadi kesempatan berharga yang tak ingin dilewatkan. Di tengah lumpur, genangan, dan riuh suara warga, mereka berharap dapat membawa pulang hasil tangkapan dari muara yang selama ini tertutup pasir. (**)














Comment