Wartacianjurnews.com – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Rian Purwa Wiwitan, menyoroti pelaksanaan upacara pembukaan Lomba Tingkat II (LT II) Kwartir Ranting (Kwaran) Pramuka Kecamatan Sindangbarang yang digelar sekitar pukul 10.00 WIB di tengah cuaca panas.
Rian menilai waktu pelaksanaan upacara tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi panitia. Terlebih, kegiatan berlangsung di lapangan terbuka dan diikuti anak-anak dari tingkat SD/MI hingga SMP/MTs, sementara saat ini kondisi Cianjur tengah memasuki musim kemarau.
Menurut Rian, upacara semestinya dilakukan pada pagi hari sebelum panas matahari menyengat. Penentuan waktu kegiatan, kata dia, harus mempertimbangkan kondisi fisik peserta dan faktor cuaca.
“Upacara harusnya dilakukan pagi hari sebelum panas matahari menyengat, terlebih saat ini musim kemarau. Dengan begitu upacara dilakukan saat cuaca panas sama dengan menyiksa anak-anak,” tegas Rian.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya dua siswa peserta LT II yang dikabarkan pingsan saat mengikuti upacara pembukaan di Lapang Desa Muaracikaku, Kecamatan Sindangbarang, Sabtu (5/9/2026).
Kedua siswa tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Sindangbarang untuk mendapatkan penanganan medis.
Rian menilai kejadian tersebut seharusnya tidak hanya dilihat sebagai persoalan peserta kelelahan. Panitia juga perlu mengevaluasi keputusan menggelar upacara pada waktu matahari sudah cukup terik.
“Kalau pesertanya anak-anak, tentu kondisi mereka harus menjadi pertimbangan. Jangan sampai kegiatan yang tujuannya mendidik dan membentuk karakter justru membuat anak-anak mengalami gangguan kesehatan karena jadwal yang tidak tepat,” tegasnya.
Menurutnya, persiapan kegiatan yang disebut telah dilakukan selama sekitar satu bulan semestinya dapat mencakup mitigasi terhadap kondisi cuaca, kesiapan konsumsi, waktu istirahat, hingga penanganan kesehatan peserta.
Sorotan Rian bukan ditujukan untuk kegiatan Pramuka, melainkan terhadap aspek pelaksanaannya. Kegiatan LT II dinilai tetap penting sebagai bagian dari pembinaan generasi muda, namun keselamatan peserta harus ditempatkan sebagai prioritas.
Sementara itu, Ketua Kwaran Sindangbarang, Noeryadin, membenarkan adanya peserta yang pingsan. Ia menyebut kondisi tersebut kemungkinan disebabkan kelelahan.
“Anak pingsan mungkin karena anak-anak capek, lelah. Kurang tahu apakah makan atau tidak. Paginya sarapannya, tapi sudah ditangani,” kata Noeryadin.
Selain insiden tersebut, agenda pembukaan juga mengalami perubahan. Upacara yang sebelumnya dijadwalkan dibuka oleh Camat Sindangbarang akhirnya dilakukan oleh Danramil Sindangbarang, Kapten Inf Koharudin.
Terdapat pula dua sekolah yang disebut tidak mengikuti kegiatan LT II.
Kegiatan LT II Kwaran Sindangbarang dijadwalkan berlangsung hingga Senin. Rian meminta pengalaman tersebut menjadi evaluasi agar penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan lebih matang, terutama dalam memperhitungkan faktor cuaca dan kondisi fisik peserta. (dil)














Comment