Wartacianjurnews.com — Kekeringan mulai dirasakan warga di empat kampung di Desa Gelaranyar, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur. Kampung Parigi, Nyenked, Salegok, dan Sukamulya menjadi wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumur-sumur milik warga mulai mengering.
Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari warga terganggu. Kebutuhan air untuk mandi, mencuci, hingga keperluan rumah tangga menjadi persoalan yang harus dihadapi setiap hari.
Di Kampung Sukamulya, warga masih dapat memanfaatkan sumur bor yang berada di Kantor Desa Gelaranyar untuk memenuhi kebutuhan air. Namun, bagi warga di tiga kampung lainnya, akses tersebut cukup sulit karena jaraknya relatif jauh.
Warga Kampung Parigi, Nyenked, dan Salegok akhirnya memilih memanfaatkan aliran sungai untuk mandi dan mencuci.
Kepala Desa Gelaranyar, Jenal, mengatakan kondisi kekeringan tersebut menjadi perhatian pemerintah desa. Menurutnya, keberadaan sumber air alternatif sangat dibutuhkan agar warga tidak terus bergantung pada sungai maupun harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air.
“Kami berharap ada bantuan sumur bor untuk warga, terutama di wilayah yang memang kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Jenal, Minggu (6/9/2026).
Ia berharap bantuan pembangunan sumur bor dapat segera direalisasikan di sejumlah titik yang mengalami kekeringan. Dengan adanya sumber air permanen, kebutuhan dasar masyarakat diharapkan dapat terpenuhi meski musim kemarau berlangsung cukup panjang.
Kondisi ini sekaligus menunjukkan pentingnya ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat di wilayah pedesaan, khususnya saat kemarau menyebabkan sumur-sumur warga kehilangan debit air.
Pemerintah desa pun berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk membantu menyediakan sarana air bersih bagi warga terdampak kekeringan. (dil)














Comment