Wartacianjurnews.com – Kopi Nako Cianjur memperkenalkan papan imbauan bertajuk “Kopi Nako Zona Nyaman & Beretika” dalam kegiatan tasyakuran yang diisi zikir dan salawat bersama anak yatim serta masyarakat, Sabtu (15/8/2026). Papan tersebut turut diresmikan oleh anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Papan imbauan itu berisi sejumlah ketentuan bagi pengunjung untuk menjaga norma, etika, kesopanan, kesusilaan, dan kenyamanan bersama. Pengelola juga menegaskan tidak mendukung tindakan asusila, penyimpangan norma maupun pelanggaran hukum.
Dalam papan tersebut tercantum larangan melakukan tindakan yang mengandung unsur asusila atau pelecehan terhadap lawan jenis, sesama jenis maupun anak-anak, dengan mencantumkan rujukan Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 1 Tahun 2020. Pengunjung juga diimbau mengenakan pakaian yang sopan dan pantas serta tidak mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya.

Selain itu, pengelola mencantumkan larangan membawa senjata tajam tanpa izin resmi, minuman beralkohol maupun zat terlarang. Manajemen juga menyatakan berhak memberikan teguran, menghentikan pelayanan atau meminta pengunjung meninggalkan area apabila terdapat perilaku yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.
Manajer Kopi Nako Cianjur, Rudi Saputra, mengatakan pemasangan papan tersebut merupakan bagian dari komitmen pengelola dalam menjaga suasana tempat usaha. Ia juga menanggapi isu yang sebelumnya berkembang mengenai Kopi Nako.
“Menindaklanjuti isu-isu yang beredar, apalagi katanya kita sebagai tempat untuk hal-hal seperti itu (LGBT), sebetulnya kita tidak mendukung hal-hal tersebut,” ujar Rudi.
Rudi menegaskan Kopi Nako berfokus menjalankan kegiatan usaha dengan tetap memperhatikan aturan dan kenyamanan pengunjung. “Kopi Nako hanya berjualan, hanya berbisnis, tidak memberikan tempat untuk hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren At-Taqwa Cikidang, Umar Burhanudin atau Bah Umar, hadir bersama anak yatim dan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai komunikasi antara pengelola tempat usaha dan masyarakat penting untuk menjaga suasana tetap kondusif.
“Intinya bahwa tidak semua kafe ini jelek. Kalaupun ada yang jelek-jelek, itu urusan mereka. Kita jangan sampai memancing orang-orang lain, masyarakat, untuk mengadakan gerakan yang tidak kondusif,” kata Bah Umar. (Ben)














Comment