Wartacianjurnews.com – Lapas Cianjur terus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui program ketahanan pangan di sektor pertanian dan peternakan. Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.
Kegiatan ketahanan pangan dilaksanakan dengan memanfaatkan lahan sekitar 6,5 hektare di Kecamatan Campaka serta melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di dalam tembok Lapas. Warga binaan terlibat dalam sejumlah tahapan, mulai dari persiapan, pemeliharaan, pemberian pakan, perawatan hingga panen.
Pada sektor peternakan, Lapas Cianjur mengembangkan ayam pedaging dengan kapasitas panen sekitar 1.000 ekor setiap 35 hari. Lapas juga memiliki sekitar 2.000 ekor ayam petelur dengan produksi mencapai 1.800 butir telur per hari serta 20 ekor domba Dorper di area asimilasi.

Sementara di sektor pertanian, kegiatan hortikultura dikembangkan dengan kapasitas produksi sekitar 300 kilogram per bulan. Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun disiplin, tanggung jawab, kerja sama, etos kerja, dan kemandirian.
Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, mengatakan program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan.
“Ketahanan pangan bagi kami bukan hanya tentang menghasilkan pangan, tetapi bagaimana kegiatan tersebut menjadi media pembinaan. Warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar, bekerja, dan menghasilkan sesuatu secara nyata sehingga mereka memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Prayogo.
Menurut Prayogo, keterlibatan warga binaan dalam pertanian dan peternakan menjadi proses pembelajaran untuk meningkatkan kesiapan mereka sebelum kembali ke masyarakat. “Setiap kegiatan yang mereka lakukan merupakan proses pembelajaran. Mereka belajar disiplin dalam merawat ternak dan tanaman, bertanggung jawab terhadap pekerjaan, bekerja sama, serta memahami bagaimana sebuah proses produksi dijalankan. Inilah yang kami harapkan dapat tumbuh menjadi kemandirian,” katanya.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung proses reintegrasi sosial melalui kegiatan asimilasi dan aktivitas produktif. “Pemasyarakatan pada akhirnya adalah mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat. Karena itu, mereka harus diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, membangun kembali kepercayaan, dan membuktikan bahwa mereka mampu menjadi pribadi yang produktif,” kata Prayogo. (Ben)













Comment