Alishter Latih Petani Cianjur Gunakan Pestisida Tepat, Aman, dan Ramah Lingkungan

Wartacianjurnews.com – Pelatihan pestisida terbatas bagi petani digelar di Gedung PGRI Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Selasa (7/7/2026). Kegiatan Training of User (ToU) tersebut merupakan hasil kerja sama Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) Indonesia dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Cianjur.

Ketua Umum Alishter Indonesia, Mulyadi Benteng, mengatakan pelatihan bertujuan meningkatkan pemahaman petani dalam memanfaatkan herbisida secara efektif dan efisien dengan memperhatikan aspek keselamatan manusia serta lingkungan. “Agar para petani bisa memanfaatkan herbisida secara efektif dan efisien dengan dampak sekecil mungkin terhadap manusia dan lingkungan,” ujarnya.

Teks: Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar, bersama Ketua Umum Alishter Indonesia, Mulyadi Benteng, menyerahkan Surat Keterangan Pelatihan kepada petani peserta ToU Pestisida Terbatas di Bojongpicung, Cianjur.
Foto: Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar (kiri), didampingi Ketua Umum Alishter Indonesia, Mulyadi Benteng (tengah), menyerahkan secara simbolis Surat Keterangan Pelatihan kepada salah seorang petani peserta usai kegiatan Training of User (ToU) Pestisida Terbatas di Gedung PGRI Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Selasa (7/7/2026).

Menurut Mulyadi, peserta memperoleh sejumlah materi mulai dari regulasi pestisida, cara membaca label produk, pengelolaan pestisida agar tidak mencemari lingkungan, hingga pencegahan dan penanganan awal apabila terjadi gejala keracunan. Pelatihan juga diisi praktik kalibrasi alat semprot (hand sprayer) agar penggunaannya lebih tepat sasaran.

“Petani harus memahami bahwa pestisida yang digunakan harus yang telah terdaftar. Mereka juga perlu membaca label karena di sanalah terdapat informasi mengenai penggunaan, sasaran, hingga cara aplikasinya,” kata Mulyadi.

Ia menambahkan, Alishter juga mengingatkan petani agar selalu mengikuti petunjuk penggunaan pestisida dan merawat alat semprot sebagai perlengkapan utama dalam kegiatan budidaya. Selain itu, penggunaan pestisida disarankan dilakukan sesuai kebutuhan agar tidak menimbulkan residu berlebih pada hasil pertanian.

Teks: Ketua Umum Alishter Indonesia, Mulyadi Benteng, menyerahkan Buku Parakuat Diklorida kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar, pada pelatihan ToU Pestisida Terbatas di Bojongpicung.
Foto: Ketua Umum Alishter Indonesia, Mulyadi Benteng (kanan), menyerahkan secara simbolis Buku Parakuat Diklorida kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar (kiri), pada kegiatan Training of User (ToU) Pestisida Terbatas di Gedung PGRI Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Selasa (7/7/2026).

“Harapan kami, petani menggunakan pestisida secara efisien dan efektif sehingga menghasilkan produksi pertanian yang baik. Pestisida digunakan bila memang diperlukan agar tidak menimbulkan penumpukan residu yang dapat berdampak pada kesehatan,” tuturnya.

Mulyadi menjelaskan, pelatihan serupa telah dilaksanakan secara bergilir di berbagai daerah. Menurutnya, setiap tahun Alishter menyelenggarakan pelatihan di puluhan kabupaten sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman petani mengenai penggunaan pestisida yang aman dan bertanggung jawab. (Ben)

Comment