Dampak Rupiah Anjlok, Pengusaha Tahu di Cianjur Tak Mampu Bertahan

Wartacianjurnews.com – Pabrik tahu tutup sementara di Desa Langensari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Kondisi tersebut terjadi setelah harga kedelai dan minyak goreng mengalami kenaikan yang berdampak pada biaya produksi usaha.

Pemilik usaha, Taufik Munandar, mengatakan aktivitas produksi telah dihentikan sekitar satu bulan terakhir. Menurutnya, kenaikan harga bahan baku membuat usaha yang dijalankan tidak lagi memberikan keuntungan.

“Sudah sekitar sebulan berhenti produksi. Harga kedelai naik sampai Rp11.000 per kilogram ditambah saat ini nilai tukar rupiah naik jadi Rp18 ribu. Dengan kondisi seperti itu, usaha jadi tidak untung, malah rugi,” kata Taufik, Jum’at (5/6/2026).

Teks: Pabrik tahu tutup sementara di Desa Langensari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.
Foto: Kondisi pabrik tahu di Desa Langensari, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, yang menghentikan produksi akibat kenaikan harga bahan baku.

Selain kedelai, kata dia, harga minyak goreng juga mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat biaya produksi semakin besar dibandingkan sebelumnya.

“Minyak juga naik cukup tinggi. Itu yang membuat biaya produksi semakin berat,” ujarnya.

Sebelum menghentikan produksi, pabrik tersebut mengolah sekitar 1,5 kuintal kedelai per hari. Produk tahu goreng dipasarkan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, termasuk Pasar Muka dan Kecamatan Ciranjang.

Akibat penghentian produksi, sekitar 15 pekerja dirumahkan sementara. Taufik berharap ada perhatian dari pemerintah agar pelaku usaha tahu dapat kembali menjalankan produksinya.

Penjabat Kepala Desa Langensari, Asep Misbah, membenarkan adanya satu pabrik tahu yang menghentikan operasional. Ia menyebut pemerintah desa akan mendata para pengrajin tahu dan melaporkannya kepada dinas terkait untuk mendapatkan pembinaan maupun perhatian lebih lanjut. (Ben)

Comment