Ketagihan Suasana Asri Situ Cibeureum, Kusnadi Rela Tempuh Jarak Jauh Demi Memancing.

Kusnadi, warga Kampung Pasircau, Desa Sukajaya, Kecamatan Cugenang, menikmati aktivitas memancing di Situ Cibeureum, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, Cianjur, Selasa (29/9/2026). Untuk kedua kalinya, Kusnadi datang ke lokasi tersebut karena terpikat suasana alam Situ Cibeureum yang masih asri dan tenang.

Wartacianjurnews.com — Bagi sebagian orang, memancing bukan sekadar menunggu ikan menyambar umpan. Ada ketenangan yang dicari, ada suasana yang ingin dinikmati, dan ada perjalanan yang justru menjadi bagian dari kesenangan itu sendiri.

Hal itu dirasakan Kusnadi, warga Kampung Pasircau, Desa Sukajaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Untuk kedua kalinya, ia kembali datang ke Situ Cibeureum, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, hanya untuk menikmati hobi memancing sekaligus melepas penat di tengah suasana alam yang masih asri.

Jarak antara Cugenang dan Campaka yang cukup jauh ternyata tidak membuatnya berpikir dua kali. Justru pengalaman pada kunjungan pertamanya membuat Kusnadi ingin kembali.

Pagi itu, ia duduk tenang di tepian situ. Joran pancing terulur ke permukaan air, sementara pandangannya sesekali tertuju pada ujung joran, menunggu tanda-tanda ikan menyambar umpan.

Di sekelilingnya, pepohonan hijau, perbukitan dan hamparan air situ menciptakan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

“Ini sudah yang kedua kali saya datang ke sini. Ketagihan dengan suasananya. Alamnya masih asri, jadi enak untuk mancing sekaligus menenangkan pikiran,” ujar Kusnadi.

Bagi Kusnadi, hasil tangkapan bukan satu-satunya tujuan. Duduk berjam-jam di pinggir situ, menikmati udara terbuka dan memandang hijaunya pepohonan menjadi pengalaman yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.

Ia bahkan rela menempuh perjalanan dari Cugenang menuju Campaka demi mendapatkan suasana tersebut.

Baginya, perjalanan jauh terasa sepadan ketika sudah tiba di Situ Cibeureum. Suara alam dan tenangnya permukaan air seolah menggantikan riuh kendaraan dan kesibukan sehari-hari.

Sesekali Kusnadi memperhatikan kailnya. Jika belum ada ikan yang menyambar, ia kembali bersabar. Sebab dalam memancing, menunggu adalah bagian dari cerita.

Situ Cibeureum pun bukan hanya menjadi tempat untuk mencari ikan. Bagi Kusnadi, tempat itu telah menjadi ruang kecil untuk berhenti sejenak dari rutinitas, menikmati alam, mengatur napas, dan membiarkan waktu berjalan lebih lambat.

Dari Cugenang ke Campaka, yang dibawa Kusnadi bukan sekadar alat pancing. Ada kerinduan pada suasana alam yang masih terjaga, serta ketenangan yang membuatnya ingin kembali untuk kedua kalinya. (dil)

banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600

Comment