Gerbang SDN Kertajadi Ambruk, DPRD Desak Inspektorat Bongkar Persoalan Pengawasan

Ketua Komisi IV DPRD Cianjur, Rian Purwa Wiwitan, mendesak Inspektorat memeriksa ambruknya gerbang SDN Kertajadi, Cidaun, yang menimpa siswi dan ayahnya, Senin (26/10/2026).

Wartacianjurnews.com — Ambruknya gerbang SDN Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, yang menimpa seorang siswi dan ayahnya pada Senin (26/10/2026), menuai perhatian serius DPRD Kabupaten Cianjur. Komisi IV DPRD berencana memanggil Dinas Pendidikan dan mendesak Inspektorat turun tangan untuk memeriksa insiden tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Rian Purwa Wiwitan, menegaskan bahwa peristiwa yang mengakibatkan dua orang menjadi korban itu tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Aspek keselamatan bangunan sekolah dan pertanggungjawaban pihak terkait perlu ditelusuri secara menyeluruh.

“Kami akan segera memanggil Dinas Pendidikan untuk meminta penjelasan terkait kejadian ini. Kami juga mendesak Inspektorat melakukan pemeriksaan agar penyebab ambruknya gerbang bisa diketahui secara jelas, termasuk bagaimana proses pembangunan dan pengawasannya,” ujar Rian, Selasa (27/10/2026).

Menurut Rian, fungsi pengawasan harus benar-benar ditegakkan, terutama terhadap pembangunan dan kelayakan sarana prasarana pendidikan. Pengawasan tidak boleh hanya menjadi formalitas, tetapi harus memastikan setiap fasilitas sekolah memenuhi aspek keselamatan.

“Fungsi pengawasan harus ditegakkan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali dan membahayakan keselamatan siswa maupun masyarakat di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Ia menilai, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah konstruksi gerbang telah memenuhi aspek kelayakan dan keamanan. Jika ditemukan dugaan kelalaian atau pelanggaran dalam proses pembangunan maupun pengawasan, hal tersebut harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Persoalan ini semakin menjadi perhatian setelah sejumlah orang tua murid menyebut gerbang tersebut diduga dibangun menggunakan dana swadaya orang tua siswa. Informasi mengenai sumber pendanaan itu masih perlu dikonfirmasi kepada pihak komite sekolah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, reruntuhan beton dan besi terlihat berserakan di area gerbang. Besi yang tampak pada bagian konstruksi memunculkan pertanyaan mengenai kekuatan bangunan. Namun, penyebab pasti ambruknya gerbang masih harus dipastikan melalui pemeriksaan teknis.

Insiden tersebut mengakibatkan Nazwa, siswi kelas V SDN Kertajadi, dan ayahnya, Kasud, tertimpa gerbang. Nazwa mengalami luka di bagian pelipis dan paha, kemudian dirujuk ke RSUD Pagelaran untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap sarana dan prasarana pendidikan. Gerbang, pagar, maupun fasilitas lain di lingkungan sekolah harus dipastikan aman agar tidak membahayakan siswa, orang tua, dan masyarakat.

DPRD berharap pemeriksaan tidak berhenti pada evaluasi administratif, tetapi juga mampu mengungkap penyebab kejadian serta memastikan adanya pertanggungjawaban apabila ditemukan pelanggaran.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti ambruknya gerbang dan kepastian sumber pendanaannya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. (dil)

Comment