Wartacianjurnews.com — Pertandingan final Turnamen Piala Bergilir Camat Pasirkuda antara Desa Simpang dan Desa Kalibaru di Lapangan Pusakajaya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Kamis (1/10/2026), berakhir ricuh.
Kericuhan yang awalnya terjadi di sekitar lapangan pertandingan kemudian meluas hingga ke jalan. Situasi tersebut bahkan menyebabkan akses jalan diduga diblokir sehingga sejumlah suporter dan warga Desa Simpang kesulitan meninggalkan lokasi pertandingan.
Dalam kejadian tersebut, tiga warga Desa Simpang dilaporkan menjadi korban dugaan penganiayaan. Salah satu korban, Ikang (37), disebut mengalami luka paling parah.
Kepala Desa Simpang, Yosep Heryana, mengatakan sebelum pertandingan dimulai dirinya telah mengingatkan para suporter agar menjaga keamanan dan tidak terpancing emosi.
“Saya sebelumnya sudah mewanti-wanti, jangan sampai pertandingan ini ricuh. Bagi kami, kemenangan bukan hanya diukur dari juara. Pertandingan bisa terlaksana dengan aman juga menjadi kebanggaan bagi Desa Simpang,” ujar Yosep.
Pertandingan berlangsung hingga Desa Simpang unggul 2-0 atas Desa Kalibaru. Menurut Yosep, meski tensi pertandingan meningkat, massa dari Desa Simpang saat itu masih dapat dikendalikan.
“Awalnya itu ada oknum suporter Kalibaru yang melakukan provokasi dengan mengacungkan tangan. Padahal posisi tim kami sudah menang 2-0 dan massa dari Simpang masih bisa dikendalikan,” kata Yosep.
Situasi kemudian memanas setelah Kepala Desa Kalibaru, Nandi, masuk ke lapangan dengan maksud melerai keributan. Namun, menurut Yosep, Nandi kemudian terkena lemparan batu.
“Ketika Kades Kalibaru masuk ke lapangan untuk melerai, beliau terkena lemparan batu. Dari situ kemudian emosinya terpancing yang akhirnya semakin membuat situasi panas,” ungkapnya.
Keributan selanjutnya meluas keluar dari area pertandingan. Sejumlah suporter Desa Kalibaru disebut melakukan pemblokiran jalan sehingga suporter dan warga Desa Simpang yang hendak pulang tidak dapat langsung meninggalkan lokasi.
“Setelah itu jalan diblokir. Suporter Simpang yang mau pulang akhirnya tidak bisa lewat,” ujar Yosep.
Kericuhan kemudian berlanjut di jalan. Tiga warga Desa Simpang dilaporkan menjadi korban dugaan penganiayaan. Ikang (37) disebut mengalami luka paling parah dalam insiden tersebut.
Yosep juga menyebut adanya persoalan sebelumnya antara Ikang dengan anak Kepala Desa Kalibaru. Namun, ia menegaskan dugaan keterkaitan persoalan tersebut dengan penganiayaan Ikang masih harus dibuktikan.
“Ikang sebelumnya memang pernah berseteru dengan anak Kades Kalibaru. Jadi kami menduga ada kaitannya, tetapi untuk memastikan itu kami serahkan kepada kepolisian,” katanya.
Pasca kejadian, warga Desa Simpang yang menjadi korban kemudian melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polsek Tanggeung.
“Kami tidak ingin persoalan ini menjadi konflik antarwarga. Kami serahkan semuanya kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum,” ujar Yosep.
Hingga berita ini ditulis, Kepala Desa Kalibaru Nandi belum memberikan tanggapan terkait dugaan provokasi, insiden pelemparan batu, pemblokiran jalan maupun dugaan penganiayaan terhadap warga Desa Simpang.
Konfirmasi telah dilakukan Wartacianjurnews.com, namun belum mendapat respon. (dil)














Comment