Dua Siswa Pingsan Saat Upacara Pembukaan Lomba Pramuka, Kesiapan Panitia Dipertanyakan

Sejumlah anggota Pramuka Penggalang mengikuti upacara pembukaan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Pramuka Sindangbarang di Lapang Desa Muaracikaku, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Sabtu (5/9/2026). Para peserta membawa tongkat dan bendera regu saat mengikuti rangkaian kegiatan di bawah terik matahari.

Wartacianjurnews.com – Pelaksanaan Lomba Tingkat Dua (LT II) Kwartir Ranting (Kwaran) Pramuka Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, diwarnai insiden dua siswa peserta yang pingsan saat mengikuti upacara pembukaan, Sabtu (5/9/2026).

Kedua siswa tersebut dilaporkan tidak kuat mengikuti upacara yang berlangsung di Lapang Desa Muaracikaku, Kecamatan Sindangbarang, sekitar pukul 10.00 WIB. Kondisi cuaca yang panas menyengat diduga turut memperburuk kondisi fisik peserta yang sejak pagi telah mengikuti rangkaian kegiatan.

Kedua siswa kemudian dibawa ke Puskesmas Sindangbarang untuk mendapatkan penanganan medis.

Insiden tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan penyelenggaraan kegiatan yang mempertemukan peserta dari tingkat SD/MI hingga SMP/MTs tersebut. Terlebih, persiapan kegiatan disebut telah dilakukan selama sekitar satu bulan.

Selain insiden peserta pingsan, pelaksanaan upacara pembukaan yang digelar menjelang siang juga menjadi sorotan. Waktu pelaksanaan dinilai kurang ideal mengingat peserta merupakan anak-anak yang harus berdiri dan mengikuti upacara di bawah terik matahari.

Rencana pembukaan yang sebelumnya dijadwalkan dilakukan oleh Camat Sindangbarang juga mengalami perubahan. Prosesi pembukaan akhirnya dilakukan oleh Danramil Sindangbarang, Kapten Inf Koharudin.

Tak hanya itu, terdapat dua sekolah yang disebut tidak mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua Kwaran Sindangbarang, Noeryadin, membenarkan adanya dua peserta yang mengalami kondisi tidak kuat mengikuti kegiatan hingga akhirnya harus mendapatkan penanganan di puskesmas.

“Anak pingsan mungkin karena anak-anak capek, lelah. Kurang tahu apakah makan atau tidak. Paginya memang ada sarapan, tapi sudah ditangani,” kata Noeryadin.

Menurutnya, kegiatan LT II tersebut akan berlangsung hingga Senin. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai Sabtu hingga Senin.

Insiden tersebut menjadi catatan penting bagi panitia untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan, terutama menyangkut kondisi fisik peserta, waktu pelaksanaan upacara, kesiapan konsumsi, hingga antisipasi terhadap cuaca panas.

Sebab, kegiatan yang melibatkan anak-anak bukan hanya membutuhkan kesiapan teknis dan perlengkapan, tetapi juga memastikan keselamatan serta kondisi kesehatan peserta menjadi prioritas utama.

Apalagi, kegiatan telah dipersiapkan selama sekitar satu bulan. Dengan demikian, insiden dua siswa pingsan seharusnya menjadi momentum evaluasi agar rangkaian LT II berikutnya dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan tidak mengabaikan kondisi peserta. (dil)

banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600

Comment