Wartacianjurnews.com — Camat Pasirkuda Muhamad Irfan menjelaskan kronologi kericuhan yang terjadi pada final Turnamen Camat Cup antara Desa Simpang dan Desa Kalibaru di Lapangan Adimukti, Desa Pusakajaya, Kecamatan Pasirkuda, Kamis (1/10/2026).
Menurut Irfan, kericuhan bermula dari miskomunikasi antarsuporter kedua kesebelasan. Situasi sempat berhasil diredam oleh petugas keamanan.
Namun, memasuki babak kedua, keributan kembali terjadi. Meski kembali dapat dikendalikan, Irfan bersama panitia kemudian memutuskan pertandingan tidak dilanjutkan ketika masih menyisakan sekitar 19 menit.
“Kami sepakat untuk tidak meneruskan pertandingan karena dikhawatirkan terjadi perselisihan kembali,” kata Irfan, Sabtu (3/10/2026)
Persoalan kemudian berkembang setelah muncul informasi mengenai dugaan adanya penyekatan terhadap rombongan suporter Desa Simpang di jalan.
Mendapat informasi tersebut, Irfan mengaku langsung berkoordinasi dengan unsur TNI dan Polri untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan.
“Saya langsung koordinasi dengan unsur TNI-Polri karena ada informasi akan terjadi penyekatan di jalan,” ujarnya.
Irfan kemudian ikut bergerak untuk mengantisipasi kedua kelompok suporter bertemu. Namun, situasi justru semakin memanas dan terjadi aksi saling lempar batu serta petasan.
Dalam kondisi tersebut, Irfan bersama seorang anggota Satpol PP berupaya berada di tengah kedua kelompok untuk memisahkan massa dan mencegah bentrokan semakin meluas. Upaya tersebut membuat Irfan terkena lemparan batu hingga tersungkur.
Irfan kemudian dibawa ke Puskesmas Pasirkuda. Ia mengalami luka sobek pada kaki kiri yang harus dijahit, sementara kaki kanannya mengalami cedera yang disebut patah tulang akibat terkena lemparan batu.
“Yang saya pikirkan bagaimana supaya kedua belah pihak tidak terus bentrok dan tidak sampai ada korban jiwa,” katanya.
Setelah aparat kepolisian dan TNI tiba di lokasi, bentrokan akhirnya berhasil diredam. Personel gabungan kemudian melakukan pengamanan dan patroli di sejumlah titik untuk memastikan kondisi kembali kondusif.
Pengamanan melibatkan personel dari Polsek Tanggeung, Pagelaran, Kadupandak, Cibinong, Cidaun dan Sindangbarang, serta unsur Koramil Pagelaran, Cibinong dan Sindangbarang.
Terkait pihak yang diduga memicu kericuhan, Irfan menyerahkan proses penanganannya kepada aparat penegak hukum. (dil)














Comment