Wartacianjurnews.com- Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur menyatakan, bakal memperketat pengawasan penyaluran bantuan pangan (Bapang) usai terjadinya dugaan penyelewengan di Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun.

Sebelumnya muncul aksi unjukrasa ratusan warga yang dipicu dugaan penimbunan berupa beras dan minyak goreng.
Kepala Perum Bulog Cianjur, Muhammad Nazwar Fuad menegaskan, bakal memperketat penyaluran dengan memperkuat monitoring dan evaluasi. Salah satunya melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH).
Hal itu mencegah kejadian serupa terjadi.
“Kami akan menggandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam setiap penyaluran Bapang,” kata Muhammad.
Dia menyebut, pihaknya telah melakukan investigasi atas peristiwa tersebut dengan menerjunkan tim.
Hasilnya, mendapatkan informasi telah dilakukan musyawarah bersama Forkopimcam setempat yang juga dihadiri terduga pelaku. Pada forum tersebut juga disampaikan rencana penjualan ke salah satu tempat.
“Laporan ke kami ada pengakuan terduga pelaku yang berencana menjual bantuan pangan ke Pasar,” ujarnya.
Bulog Cianjur juga sudah mendapatkan informasi mengenai teknis menyelewengkan bantuan tersebut.
“Bantuan merupakan sisa dari daftar penerima, ada yang sudah meninggal dan pindah domisili. Seharusnya dialihkan malah direkayasa seolah-olah sudah terwakilkan,” pungkasnya. (NRS)













Comment