Wartacianjurnews.com – Pembangunan jalan di Kampung Panorama, Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, menjadi sorotan setelah sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi material pada permukaan jalan yang baru dibangun.
Dalam video berdurasi sekitar 20 detik tersebut, seorang warga terlihat memeriksa permukaan jalan. Ia kemudian mengambil material berupa campuran batu dan aspal menggunakan tangan.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan dari pembuat video bahwa kualitas pekerjaan pengaspalan belum maksimal. Bahkan, dalam keterangan yang tertera pada video disebutkan pembangunan jalan tersebut diduga dilakukan secara “ngaspal asal-asalan”.
Material batu yang berada di permukaan jalan terlihat mudah terlepas saat diperiksa. Kondisi itu pun menjadi perhatian karena kualitas pembangunan infrastruktur desa berkaitan dengan ketahanan jalan serta penggunaan anggaran pembangunan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Karangwangi, Tarna, memberikan klarifikasi. Ia membenarkan bahwa lokasi jalan yang terlihat dalam video berada di Kampung Panorama.
Tarna juga menegaskan bahwa pria yang terlihat dalam video tersebut merupakan warga Desa Karangwangi.
Menurutnya, jalan tersebut dibangun menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2026. Namun, pekerjaan baru saja selesai sehingga belum dilakukan serah terima dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).
“Jalan itu baru selesai, belum serah terima dari TPK,” ujar Tarna, Sabtu (12/9/2026)
Ia menjelaskan, jalan tersebut bahkan belum diperbolehkan untuk dilalui kendaraan. Hal itu karena proses pembangunan baru selesai sekitar satu hari sehingga kondisi jalan masih dalam tahap awal setelah pengerjaan.
“Belum diperbolehkan dilalui kendaraan karena baru satu hari selesai,” katanya.
Tarna menegaskan, kondisi jalan yang terlihat dalam video perlu dilihat dalam konteks bahwa pekerjaan baru selesai dan belum melalui proses serah terima.
Dengan demikian, penilaian akhir terhadap kualitas pekerjaan jalan tersebut masih perlu menunggu proses pemeriksaan dan serah terima dari pihak TPK. (dil)














Comment