Antrean Pilkades Cianjur Membludak, Warga Pingsan hingga Pemilih Tinggalkan TPS

Wartacianjurnews.com – Pelaksanaan Pilkades Serentak Cianjur di sejumlah desa, Minggu (8/11/2026), diwarnai antrean panjang hingga insiden sejumlah pemilih mengalami pingsan. Kepadatan warga di lokasi pemungutan suara membuat sebagian pemilih harus menunggu berjam-jam untuk menggunakan hak pilihnya.

Kondisi tersebut salah satunya terjadi di Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah. Sejak pagi, warga memadati aula dan halaman kantor desa yang dijadikan tempat pemungutan suara. Bahkan, sebagian pemilih terpaksa mengantre hingga ke luar gerbang. Petugas TNI dan Polri turut membantu mengatur kepadatan tersebut.

Di tengah situasi itu, seorang pemilih perempuan dilaporkan pingsan dan langsung dibawa ke ruang medis yang telah disediakan panitia. Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, serta Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang.

 

Teks: Antrean panjang warga saat Pilkades Serentak Cianjur 8 November 2026.
Foto: Sejumlah warga memadati lokasi pemungutan suara Pilkades Serentak di Kabupaten Cianjur. Antrean panjang terjadi di beberapa desa hingga sejumlah pemilih dilaporkan pingsan.

Putri (30), warga Desa Sukamanah, mengaku akhirnya meninggalkan lokasi pemungutan suara setelah menunggu lebih dari satu jam. Dia harus kembali menjalani aktivitas perkuliahan setelah sebelumnya meminta izin untuk menggunakan hak pilihnya.

“Awalnya susah merencanakan untuk memilih Cakades. Tapi antrean tidak beres, sudah menunggu lebih dari satu jam. Karena sudah izin di jam pertama kuliah, tidak mungkin izin lagi di kelas berikutnya. Makanya setelah satu jam lebih menunggu, langsung pergi kuliah, karena lihat antrean masih panjang,” ungkap Putri, Minggu (8/11/2026).

Keluhan serupa disampaikan Hendi (35), warga Desa Mekargalih. Menurut dia, jumlah tempat pemungutan suara yang hanya satu lokasi membuat antrean pemilih menumpuk. Kondisi tersebut berbeda dengan pelaksanaan Pilkades sebelumnya yang menyediakan empat TPS di desanya.

“Kalau di Pilkades sebelumnya ada 4 TPS. Tapi sekarang hanya satu TPS. Makanya membludak, antrean panjang. Pemilih nunggu dua sampai tiga jam, baru bisa memilih,” ujarnya.

Hendi juga menyebut tidak tersedia jalur antrean khusus bagi warga lanjut usia. Akibatnya, pemilih lansia harus mengantre bersama warga lainnya. Dia menambahkan, sejumlah warga memilih pulang tanpa menggunakan hak suaranya, sementara waktu pemungutan suara diperpanjang hingga melewati jadwal semula pukul 13.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa sekaligus Sekretariat Panitia Pilkades Serentak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur, Dendi Rinaldi, mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan penyelenggara di masing-masing desa untuk mengetahui kondisi pelaksanaan pemungutan suara.

“Saya sedang komunikasi dengan semua penyelenggara di setiap desa,” pungkasnya. (Ben)

Comment