Wartacianjurnews.com – Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Polres Cianjur mematangkan persiapan Pilkades Serentak 2026. Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari kesiapan teknis pemungutan suara berbasis digital hingga pengamanan dengan melibatkan sekitar 600 personel kepolisian.
Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Iskandar, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan berbagai instansi lintas sektor untuk memastikan pelaksanaan Pilkades berlangsung aman dan tertib. Koordinasi juga dilakukan dengan PLN guna mengantisipasi gangguan pasokan listrik meskipun perangkat pemilihan menggunakan baterai.
“Kami juga mengundang PLN agar memastikan ketersediaan listrik. Meskipun peralatan seluruhnya didukung baterai, cadangan listrik tetap penting,” ujar Wahyu saat ditemui di Mapolres Cianjur, Jumat (30/10/2026).
Selain kesiapan listrik, pemerintah daerah turut mengantisipasi kemungkinan perubahan cuaca. Wahyu mengimbau agar pemungutan suara dilaksanakan di dalam ruangan. Untuk lokasi yang masih direncanakan di luar ruangan, pemerintah akan mencari alternatif seperti aula, balai desa, maupun sekolah yang memiliki fasilitas listrik dan jaringan internet.
Terkait sistem pemilihan digital, Wahyu menjelaskan bahwa data pemungutan suara akan terekam dalam sistem sehingga meminimalkan potensi pemalsuan maupun manipulasi data. Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki hak pilih untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) serta menghindari provokasi.
Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Beddy Suwendi mengatakan pihaknya telah menyiapkan sekitar 600 personel untuk mengamankan pelaksanaan Pilkades Serentak 2026. Personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik dan bergabung dengan instansi terkait, termasuk unsur pemerintahan daerah dan pemerintahan setempat.
“Kami sudah menyiapkan beberapa plotting anggota yang nantinya akan bergabung dengan instansi terkait. Kapolsek dan Bhabinkamtibmas juga sudah diperintahkan untuk segera mengecek kebutuhan serta kekurangan di lapangan,” kata Beddy.
Beddy menyebutkan, berdasarkan pemetaan sementara, situasi keamanan masih terpantau kondusif sehingga belum diperlukan penambahan personel dari Polda Jawa Barat. Namun, apabila terjadi peningkatan eskalasi berdasarkan hasil pemantauan intelijen, pihaknya akan berkoordinasi untuk meminta bantuan penguatan personel, termasuk Brimob.
Ia berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dapat menjaga situasi tetap aman selama tahapan hingga pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 berlangsung. (Ben)













Comment