Water Barrier Tak Efektif, Pemkab Cianjur Pasang Pembatas Beton di Segar Alam

Wartacianjurnews.com – Pemerintah Kabupaten Cianjur memasang pembatas beton di Rest Area Segar Alam Puncak untuk mencegah pedagang kaki lima (PKL) kembali berjualan di kawasan yang telah ditertibkan. Langkah ini dilakukan setelah petugas menerima laporan bahwa lokasi tersebut kembali digunakan untuk membuka lapak dagangan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo, mengatakan laporan awal diterima melalui unggahan media sosial. Saat dilakukan pengecekan, petugas menemukan sejumlah pedagang menggelar tikar untuk melayani pengendara sepeda motor dan wisatawan.

“Awalnya kami terima laporan melalui unggahan di media sosial. Begitu dicek, benar saja banyak pedagang di sana sampai menggelar tikar,” ujar Djoko, Jumat (9/10/2026).

Teks: Satpol PP Cianjur memasang pembatas beton di Rest Area Segar Alam Puncak untuk mencegah PKL kembali berjualan.
Foto: Satpol PP Kabupaten Cianjur memasang pembatas beton di kawasan Rest Area Segar Alam, Puncak, untuk mencegah PKL kembali berjualan. (Foto: Istimewa)

Menurut Djoko, keberadaan petugas kerap membuat para pedagang segera meninggalkan lokasi. Mereka membereskan lapak dan membawa barang dagangan sebelum petugas melakukan penertiban lebih lanjut.

“Jadi begitu petugas datang, kawasan itu sudah langsung bersih. Pedagang berlarian sambil membawa barang dagangannya,” katanya.

Djoko menjelaskan, sebelumnya Pemkab Cianjur telah memasang water barrier untuk membatasi akses ke area tersebut. Namun, pembatas itu mudah digeser sehingga tidak efektif mencegah aktivitas jual beli. Pemerintah kemudian menggantinya dengan pembatas beton.

“Kemarin sebenarnya sudah kami pasang water barrier. Tapi dengan mudah pedagang ini menggesernya. Makanya sekarang kami pasang pembatas beton, supaya tidak ada lagi pedagang yang berjualan di kawasan tersebut,” tutur Djoko.

Ia menambahkan, penataan Rest Area Segar Alam akan dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemkab Cianjur. Para pedagang yang sebelumnya ditertibkan disebut telah menerima kompensasi sehingga diharapkan tidak kembali menempati kawasan tersebut.

“Pedagangnya sudah diberi kompensasi, seharusnya sudah tidak kembali berjualan di sana. Apalagi di tahun depan akan ditetapkan ulang agar lebih indah dan nyaman,” pungkasnya. (Ben)

banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600

Comment