Wartacianjurnews.com – Kabar terbaru datang dari Erik Setiawan (16), remaja penderita TB tulang asal Kampung Cikawung, Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Erik kini telah berada di Rumah Sakit Bunut Sukabumi untuk menjalani penanganan medis.
Camat Cidaun Gagan Rusganda mengatakan, Erik sudah berada di rumah sakit dan saat ini tengah menjalani proses perawatan.
“Sekarang Erik sudah di Rumah Sakit Bunut. Sudah dalam proses penanganan di Rumah Sakit Bunut Sukabumi,” ujar Gagan, Selasa (8/9/2026)
Menurut Gagan, persoalan administrasi BPJS Erik juga telah diselesaikan. Pembayaran iuran BPJS dilakukan secara bersama oleh Kecamatan Cidaun, Pemerintah Desa Cibuluh, dan Puskesmas Cibuluh
Selain itu, terdapat pula denda rawat inap akibat keterlambatan pembayaran iuran BPJS selama lebih dari satu tahun. Denda tersebut juga telah dilunasi melalui dukungan pihak Kecamatan Cidaun, Desa Cibuluh, Puskesmas Cibuluh dan Puskesmas Cidaun.
“Kalau kemarin ada tagihan denda rawat inap BPJS, sudah kita bayarkan,” kata Gagan.
Setelah persoalan administrasi tersebut diselesaikan, Erik dapat melanjutkan penanganan medis di RS Bunut Sukabumi.
Gagan juga mengungkapkan bahwa Erik telah menjalani transfusi darah selama mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Sudah mulai transfusi darah. Kemarin hari Minggu sudah mulai transfusi darah,” ungkapnya.
Untuk kondisi terakhir Erik, Gagan mengaku belum memperoleh informasi terbaru dari pihak rumah sakit. Ia berharap kondisi Erik berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan medis.
“Kondisi terakhir belum ada update. Mudah-mudahan, alhamdulillah, membaik,” ujarnya.
Tak hanya menyelesaikan persoalan tunggakan dan denda, pemerintah juga tengah mengupayakan perubahan status kepesertaan BPJS Erik dari peserta mandiri menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Gagan mengatakan, koordinasi telah dilakukan dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya bagian Kesra, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Cianjur.
“Kita sedang mencoba mendorong yang asalnya BPJS mandiri menjadi BPJS PBI. Kemarin sudah koordinasi dengan Kesra, Dinkes, Dinsos. Mudah-mudahan terealisasi,” katanya.
Sebelumnya, perjuangan Erik mendapatkan pengobatan juga terkendala akses geografis. Dari rumahnya di Kampung Cikawung menuju jalan yang bisa dilalui kendaraan, Erik harus dibawa menggunakan tandu sejauh sekitar tiga kilometer.
Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala bagi keluarga untuk membawa Erik menjalani kontrol secara rutin. Kini, setelah mendapatkan perawatan di RS Bunut Sukabumi, keluarga berharap kondisi Erik dapat membaik dan pengobatannya bisa terus berlanjut. (dil)














Comment