Tiga Kilometer dalam Tandu, Perjuangan Erik Setiawan Melawan TB Tulang

Sejumlah warga bergotong royong menandu Erik Setiawan (16), penderita TB tulang asal Kampung Cikawung, Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Cianjur, menuju Puskesmas Cibuluh. Erik harus ditandu sejauh sekitar tiga kilometer karena sulitnya akses jalan menuju fasilitas kesehatan.

Wartacianjurnews.com — Perjalanan menuju fasilitas kesehatan bagi sebagian orang mungkin hanya membutuhkan kendaraan dan waktu beberapa menit. Namun bagi Erik Setiawan (16), warga Kampung Cikawung, Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, perjalanan berobat harus ditempuh dengan cara yang jauh lebih berat.

Menderita TB tulang, Erik harus dibawa menggunakan tandu ketika hendak menuju Puskesmas Cibuluh. Jarak sekitar tiga kilometer harus dilalui dengan berjalan kaki karena akses kendaraan menuju tempat tinggalnya masih sangat sulit.

Beberapa warga bergantian memikul tandu yang membawa tubuh Erik. Mereka berjalan perlahan menyusuri jalan setapak yang sempit dan tidak mudah dilalui. Kondisi jalan membuat perjalanan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar Erik tetap aman selama perjalanan.

Bagi keluarga Erik, kondisi tersebut bukan hanya persoalan akses menuju puskesmas. Jalan yang sulit juga berdampak terhadap keberlangsungan pengobatan Erik.

Ayah Erik, Warsa (53), mengatakan anaknya sebelumnya pernah menjalani pengobatan di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun, pengobatan jalan mengharuskan Erik melakukan kontrol sekitar 15 hari sekali.

Jarak yang jauh serta sulitnya akses dari tempat tinggal membuat keluarga kesulitan membawa Erik menjalani kontrol secara rutin. Untuk membawa Erik keluar dari kampung saja, keluarga harus mencari sejumlah orang yang bersedia membantu menandu.

“Kalau kontrol ke RSHS harus 15 hari sekali. Kami kesulitan karena jalannya jauh dan untuk membawa Erik harus mencari orang yang menandu,” ujar Warsa.

Kondisi tersebut akhirnya membuat pengobatan jalan Erik ke RSHS Bandung terhenti. Bukan karena keluarga tidak ingin melanjutkan pengobatan, tetapi akses menuju fasilitas kesehatan menjadi persoalan yang tidak mudah mereka atasi.

Setiap kali Erik membutuhkan pelayanan kesehatan, keluarga kembali menghadapi persoalan yang sama: bagaimana membawa tubuh Erik melewati jalan yang sulit dengan tandu.

Kepala Desa Cibuluh, Ana Supriatna, mengatakan kondisi akses jalan di wilayahnya memang masih menjadi persoalan yang sangat dirasakan masyarakat.

Pemerintah desa berharap perhatian dan bantuan dari berbagai pihak dapat diarahkan untuk pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

“Pihak kami berharap unsur terkait bisa membantu pembangunan di wilayah kami yang masih tertinggal, karena akses jalan sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Ana.

Kisah Erik menjadi gambaran bagaimana kondisi infrastruktur dapat bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Tiga kilometer yang bagi sebagian orang mungkin terasa dekat, bagi Erik dan keluarganya berubah menjadi perjalanan panjang. Sebuah perjalanan yang harus dilakukan dengan tandu hanya untuk mendapatkan pengobatan.

Di balik langkah para penandu, ada harapan sederhana dari keluarga Erik, jalan yang lebih mudah dilalui, agar berobat tidak lagi menjadi perjuangan yang begitu berat. (dil)

banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600

Comment