Wartacianjurnews.com — Setelah mengabdikan diri selama lebih dari tiga dekade dalam pelayanan pemerintahan dan masyarakat, Dudy Rachmansyah resmi memasuki masa purna bakti mulai 1 September 2026.
Perjalanan panjang Dudy dalam pemerintahan dimulai pada 1991 hingga 1995 sebagai Kasi Pemerintahan di Desa Pusakajaya. Setelah itu, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Karangjaya pada 1996 hingga 2019.
Pada 2009, Dudy diangkat sebagai Sekdes berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pengabdiannya kemudian berlanjut di tingkat kecamatan setelah pada Februari 2019 dimutasi ke Kantor Kecamatan Pasirkuda.
Di Kecamatan Pasirkuda, Dudy dipercaya menduduki sejumlah jabatan. Pada 2021-2023, ia menjabat sebagai Kasubag Umum dan Kepegawaian (Umpeg). Selanjutnya, pada 2023 hingga 2026, Dudy bertugas sebagai Kasi Trantib dan Kesra Kecamatan Pasirkuda.
Selain menjalankan tugas pemerintahan, Dudy juga beberapa kali dipercaya mengemban amanah sebagai pejabat kepala desa. Ia pernah dua kali menjadi Pjs Kepala Desa Karangjaya dan satu kali dipercaya sebagai Pj Kepala Desa Padamulya.
Bagi masyarakat dan sejumlah tokoh agama di Kecamatan Pasirkuda, perjalanan Dudy bukan sekadar catatan jabatan. Sosoknya dikenal sebagai bagian dari dinamika pelayanan pemerintahan sekaligus mitra masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Alim ulama Pasirkuda, KH Abdul Latief, yang juga merupakan pengurus MUI Kecamatan Pasirkuda, Ketua LPTQ dan Ketua UPZ Kecamatan Pasirkuda, mengatakan bahwa masa purna bakti Dudy meninggalkan kesan mendalam bagi kalangan alim ulama.
Menurutnya, selama menjalankan tugas, Dudy telah menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antara pemerintahan, masyarakat dan para tokoh agama.
“Intinya, para alim ulama merasa kehilangan,” ujar KH Abdul Latief.
Memasuki masa purna bakti bukan berarti berakhirnya pengabdian. Jejak panjang Dudy Rachmansyah selama kurang lebih 35 tahun menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat Pasirkuda.
Dari desa hingga kecamatan, dari pelayanan pemerintahan hingga keterlibatan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, perjalanan Dudy menjadi gambaran panjang seorang aparatur yang menghabiskan sebagian besar masa kerjanya untuk melayani masyarakat.
Kini, setelah resmi memasuki purna bakti, masyarakat Pasirkuda melepas Dudy Rachmansyah dengan penghargaan dan rasa kehilangan. Namun, pengalaman serta pengabdiannya diharapkan tetap menjadi bagian dari perjalanan pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat Pasirkuda. (dil)














Comment