Oleh Fadilah Munajat
Wartacianjurnews.com – Angin malam berembus pelan di tepian Situ Siluman, Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Deretan lampu yang memantul di permukaan air menciptakan suasana tenang, seolah mengundang siapa saja untuk sejenak melupakan hiruk pikuk kehidupan.
Di atas rakit bambu sederhana, beberapa pemancing tampak khusyuk menatap ujung joran mereka. Suara air yang sesekali beriak menjadi irama alami yang menenangkan. Malam di Situ Siluman menghadirkan suasana yang sulit digambarkan dengan kata-kata, hening, namun penuh makna.
Situ Siluman kini bukan lagi tempat yang sepi dan tak terurus. Melalui tangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Bersama, kawasan ini mulai berdenyut kembali. Warga datang, bukan hanya untuk memancing, tetapi juga untuk merasakan suasana alam yang masih asri.
Kepala Desa Mekarjaya, Ahmad Saepudin, menyebut pengelolaan situ ini sebagai langkah awal membangkitkan potensi desa.
“Situ Siluman ini punya potensi besar. Kami melalui BUMDes Maju Bersama ingin menjadikannya sebagai destinasi wisata yang bisa menggerakkan ekonomi warga,” ujar Ahmad Saepudin.
Menurutnya, selain menjadi tempat rekreasi, keberadaan situ juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar. Mulai dari penyewaan alat pancing, penjualan pakan ikan, hingga warung kecil yang mulai bermunculan di sekitar lokasi.
Di dalam air yang tenang itu, berbagai jenis ikan hidup dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemancing. Ikan nila, ikan mas, bawal, patin hingga gurame menjadi penghuni tetap yang siap memberikan sensasi tarikan di ujung kail.
Di salah satu sudut rakit, dua pemancing terlihat menikmati malam dengan santai. Mereka adalah Suhendar dan Kusnadi, yang malam itu datang jauh-jauh dari Kecamatan Warungkondang. Keduanya mengaku baru pertama kali mencoba peruntungan di Situ Siluman.
Rasa penasaran membawa mereka menempuh perjalanan menuju Mekarjaya, setelah mendengar cerita dari rekan-rekannya tentang suasana mancing yang berbeda di tempat ini.
“Kami berdua baru pertama kali ke sini. Sengaja datang dari Warungkondang karena penasaran. Ternyata tempatnya nyaman, tenang, cocok buat melepas penat,” ujar Suhendar.
Kusnadi pun mengangguk, sesekali matanya tetap fokus ke ujung joran yang menunggu getaran ikan.
Bagi mereka, malam itu bukan sekadar soal hasil tangkapan. Lebih dari itu, ada pengalaman baru, suasana baru, dan cerita yang kelak akan dibawa pulang.
Perlahan, Situ Siluman mulai dikenal. Dari obrolan ke obrolan, dari unggahan ke unggahan, nama tempat ini menyebar. Harapannya, geliat kecil ini bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Desa Mekarjaya.
Di bawah langit gelap yang bertabur cahaya lampu dan bintang, Situ Siluman bukan hanya tentang air dan ikan. Ia adalah cerita tentang harapan, tentang desa yang bangkit, dan tentang manusia yang menemukan ketenangan dalam kesederhanaan. (**)













Comment