Wartacianjurnews.com – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Maju Bersama Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, mulai mengembangkan usaha peternakan ayam petelur sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).
Kepala Desa Mekarjaya, Ahmad Saepudin, mengatakan bahwa Bumdes tersebut baru berdiri pada tahun 2025 dan langsung menjalankan program pengembangan ternak ayam petelur dengan jumlah awal sebanyak 550 ekor.
“Bumdes Maju Bersama Desa Mekarjaya ini baru pertama kali melakukan pengisian sebanyak 550 ekor ayam petelur. Program ini bersumber dari Dana Desa tahap dua tahun 2025,” ujar Ahmad Saepudin Sabtu (8/8/2026).
Ia menjelaskan, meski baru berjalan sekitar dua minggu sejak pengisian awal pada 22 Juli 2025, hasil produksi telur mulai menunjukkan perkembangan positif. Pada awal produksi, hasil telur mencapai sekitar 15 kilogram, dan kini sudah meningkat menjadi 30 hingga 40 kilogram per hari.
“Alhamdulillah, sekarang per hari sudah bisa menghasilkan sekitar 30 sampai 40 kilogram telur, atau setara lebih dari dua peti,” katanya.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya desa dalam menggali potensi lokal sesuai dengan arah kebijakan pembangunan nasional, agar desa tidak terus bergantung pada anggaran pemerintah pusat maupun provinsi.
“Desa harus bisa mandiri dengan menggali potensi yang ada untuk meningkatkan PAD. Jangan sampai terus bergantung pada bantuan pemerintah,” tegasnya.
Dalam operasionalnya, kebutuhan pakan untuk 550 ekor ayam mencapai sekitar 40 hingga 45 kilogram per hari. Namun demikian, harga pakan mengalami kenaikan sekitar Rp400 per kilogram dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, Ahmad mengakui bahwa keuntungan dari usaha tersebut masih dalam tahap penyesuaian, mengingat produksi telur yang belum maksimal dan biaya operasional yang masih tinggi.
“Untuk laba sudah ada, tapi masih digunakan untuk menutup biaya operasional sebelumnya. Saat ini produksi masih terus meningkat dan sudah mulai menutup kebutuhan pakan harian,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa risiko kematian ternak masih dalam batas wajar. Dari total 550 ekor ayam, tercatat hanya empat ekor yang mati sejak awal pengisian.
“Risiko pasti ada, tapi sejauh ini masih terkendali. Dari awal sampai sekarang baru empat ekor yang mati,” pungkasnya.
Dengan perkembangan yang mulai menunjukkan hasil positif, Pemerintah Desa Mekarjaya berharap program Bumdes ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi desa serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. (dil)













Comment