Wartacianjurnews.com –Suasana hangat dan penuh nuansa kekeluargaan terasa di Dahlia Batik Genturan, Jalan Raya Sukabumi No. 42 Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Rabu (5/8/2026). Tempat yang sarat nilai budaya ini menjadi tuan rumah agenda Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Widyatama.
Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi erat antara Komunitas Sangaran Kreatif Nusantara dengan Universitas Widyatama Bandung. Sebanyak 50 peserta dari berbagai lini usaha kreatif mengikuti pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas UMKM agar mampu bersaing di pasar global.
Dua Prodi, Dua Tema : Program Studi Perdagangan Internasional hadir dengan tema: “Pendampingan Awal Persiapan Ekspor bagi Kelompok Ekonomi Produktif ‘Sanggaran Kreatif Nusantara’ dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan.”
Sementara itu, Program Studi Akuntansi mengusung tema: “Digitalisasi Pembukuan UMKM Sebagai Langkah Menuju Bisnis Berkelanjutan.”
Kedua tema ini dipandang sebagai strategi komprehensif : memperkuat manajemen internal UMKM sekaligus membuka jalan menuju pasar ekspor.
Kepala Biro P2M Universitas Widyatama Eriana Kartadjumena, P.hD., Ak., CSRS, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan sesaat atau Hit and Run.
“Langkah persiapan ekspor adalah strategi cerdas bagi produk lokal untuk menembus pasar global. Kami berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan minimal satu tahun penuh agar peningkatan kapasitas UMKM berjalan optimal,” ujar Eriana.
Ketua Sangaran Kreatif Nusantara Jaja Ilalang, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kampus.
“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya pelatihan ini. Sangat penting bagi pelaku usaha seperti kami untuk menerima informasi pengembangan usaha dengan semangat bersinergi melalui digitalisasi. Harapannya, pendampingan ini berjalan kontinu sehingga sumber daya UMKM kami semakin terarah, maju, dan berdaya saing,” tuturnya.
Komunitas Sangaran yang berdiri sejak 2013 dikenal aktif merangkul berbagai lini ekonomi kreatif, mulai dari batik, seni lukis, patung, hingga dekorasi lanskap taman.
Sebagai tuan rumah, Eliana Trisnawati, pemilik Dahlia Batik Genturan, menegaskan keberlanjutan kerja sama dengan Universitas Widyatama.
“Ini merupakan tahun ketiga kerja sama kami dalam program PkM. Keberlanjutan ini menjadi tanda bukti komitmen nyata dan kepedulian kampus dalam mendampingi potensi lokal agar naik kelas,” pungkasnya.
Selain menjadi pusat produksi batik khas Genturan, Dahlia Batik juga menjadi wadah bagi pekerja seni lokal untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperluas peluang pemasaran. Kolaborasi ini memperkuat posisi Batik Genturan sebagai simbol budaya sekaligus ruang strategis bagi UMKM Cianjur untuk menembus pasar global. (Redaksi)













Comment